• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Presiden Joko Widodo Kaget Sekaligus Bangga Kayu Bisa Jadi Kain di Riau

21 February
17:47 2020

KBRN, Pekanbaru : Presiden Joko Widodo (Jokowi) takjub, bangga, kaget sekaligus bangga dengan teknologi yang dikembangkan PT Asia Pacific Rayon di Provinsi Riau, yaitu dapat mengolah kayu menjadi rayon viskosa untuk dijadikan bahan baku garmen yang dikembangkan.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodod saat meresmikan pabrik serat rayon milik APR, anak usaha Royal Golden Eagle (RGE) di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Jumat (21/2/2020).

"Saya tanya di mana di dunia ada yang memiliki persemaian sebesar yang ada di sini (Pelalawan, Riau)?. Saya kaget terus terang. Kedua, saya kaget lagi bahwa kayu bisa jadi rayon bisa jadi kain. Orang tahunya kapas jadi kain, ini kayu yang jadi kain," ungkap Presiden Joko Widodo.

Dikatakan, saat ini persaingan antarnegara bukan lagi persoalan besar mengalahkan kecil dan kaya mengalahkan miskin, melainkan yang cepat mengalahkan yang lambat. Oleh karena itu, Presiden Jokowi menekankan bahwa Indonesia memasang posisi untuk menjadi negara yang cepat.

"Saya titip ke Pak Menperin, jangan sampai industri garmen kita kalah bersaing dengan Vietnam. Kita sudah punya bahan baku sendiri sekarang dari sini," pesannya.

Selain itu, katanya, industri yang dikembangkan dunia swasta juga akan memainkan peran penting dan untuk menggenjot Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Saat ini, porsi APBN dan APBD yang ditargetkan kurang lebih sebesar Rp2 200 triliun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional hanya sekitar 23%.

"Artinya 77% tumbuhnya ekonomi sangat bergantung pada dunia usaha, kepada dunia swasta. Kemampuan APBN dan APBD itu hanya 23%. Kecil. Itu hanya stimulus," ungkapnya.

Selain mengapresiasi luas lahan persemaian berkapasitas 200 juta bibit milik APR, presiden juga takjub dengan teknologi yang dikembangkan perseroan untuk memproduksi rayon viskosa sebagai bahan baku kain juga menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Pelalawan, tidak kalah dengan negara-negara di Eropa.

Sementara itu, Direktur RGE Anderson Tanoto mengungkapkan bahwa kompleks industri milik perseroan di Pangkalan Kerinci, Riau, mampu menghasilkan 200 juta bibit unggul tanaman akasia dan eukaliptus setiap tahun untuk ditanam di kebun pohon HTI dan Hutan Tanaman Rakyat.

"Di komplek ini juga ada penelitian untuk terus mengembangkan berbagai persemaian dan pengembangan tehnologi yang kita lakukan," ujarnya.

APR selaku bagian dari Grup RGE merupakan salah satu produsen rayon viskosa (viscose rayon) terintegrasi di Asia. Dilansir dari situs resmi perseroan, rayon viskosa merupakan kain alternatif untuk pembuatan kain berbahan dasar minyak mentah yang terbuat dari selulosa kayu. (TS)

00:00:00 / 00:00:00