• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Tiongkok Tujuan Utama Ekspor Non Migas Riau

17 February
17:17 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Pada periode Januari-Desember 2019, ekspor non migas ke sepuluh negara tujuan utama memberikan kontribusi sebesar 65,21 persen terhadap total nilai ekspor non migas Riau. Namun Tiongkok masih menjadi negara dengan tujuan ekspor utama.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BPS Riau, Misparuddin kepada, Senin (17/2/2020) di Pekanbaru. 

Dia mengatakan dari sepuluh negara tujuan utama, lima diantaranya memberikan kontribusi terbesar.

"Tiongkok menjadi negara yang memberikan kontribusi terbesar," ungkapnya.

Ia merincikan adapun 5 negara yang memberikan kontribusi terbesar adalah Tiongkok US$ 2.07 miliar (17,90 persen), selanjutnya India US$ 1.50 miliar (12,97 persen), Belanda US$ 791.68 juta (6,83 persen), Malaysia US$ 672.87 juta (5,80 persen), dan Pakistan US$ 557.73 juta (4,81 persen).

"Adapun kontribusi kelimanya mencapai 48,31 persen. Sedangkan lima negara lainnya memberikan kontribusi sebesar 16,90 persen," urainya.

Dikatakan Misparuddin lagi dari 10 negara terbesar tujuan ekspor non migas bulan Desember 2019 dibanding bulan November 2019, sebanyak 6 negara mengalami kenaikan dan 4 negara mengalami penurunan.

"Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor ke negara Malaysia sebesar US$ 51.30 juta, India US$ 40.83 juta, dan Pakistan US$ 36.37 juta. Sedangkan penurunan ekspor terbesar terjadi ke negara Tiongkok sebesar US$ 31.59 juta, Bangladesh US$ 26.05 juta, dan Mesir US$ 10.63 juta," terangnya.

Perkembangan dan peran ekspor non migas Riau menurut sektor selama Januari-Desember 2019 dibanding periode yang sama tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 12,43 persen.

"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor industri sebesar 12,56 persen, dan ekspor pertambangan dan lainnya sebesar 100,00 persen, dibanding periode yang sama tahun 2018. Meskipun ekspor pertanian naik sebesar 6,00 persen," ucapnya. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00