• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Makanan Impor dari China Masih Membanjiri Pasar Bawah Pekanbaru

12 February
16:42 2020

KBRN, Pekanbaru : Pemerintah memutuskan untuk menyetop impor pangan dari China menyusul merebaknya wabah virus Corona yang menewaskan ratusan orang. Namun kebijakan itu belum berimbas bagi Kota Pekanbaru, khususnya di Pasar Bawah, yang selama ini pasokan pangannya bergantung dari luar daerah, termasuk luar negeri.

Atri, salah seorang pedagang makanan dan minuman impor di Pasar Bawah Pekanbaru, Rabu (12/2/202) mengakui saat ini stok masih banyak dan apalagi persediaan barang impor masuk melalui Singapura dan Malayasia tidak langsung dari China.

"Penjualan makanan dan minuman impor juga saat ini tengah sepi bukan karena virus corona, tetapi karena daya beli masyarakat yang tengah menurun," ungkapnya.

Produk tersebut terdiri dari anggur segar, apel, bawang bombay, bawang putih, jeruk mandarin, lemon, dan orange segar.

“Semua impor hortikultura itu izin impornya dari kementerian (perdagangan),” katanya.

Selain produk hortikultura, juga mengimpor berbagai jenis makanan dan minuman ringan. Seperti, sohun, kuaci, makarel, kacang-kacangan, coklat, biskuit, permen, buah dalam kemasan, manisan buah, sereal, jamur dalam kemasan, sayur dalam kemasan, daging dalam kemasan, dan wafer. Sedangkan minuman kemasan, hanya minuman bersoda saja. 

Untuk impor selain makanan dan minuman dari China, ada barang-barang rumah tangga antara lain plastik hanger, furniture, payung, tempat sikat gigi, ember, baskom, mug. 

00:00:00 / 00:00:00