• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pelaporan SPT Mulai Meningkat di Riau

12 February
16:41 2020

KBRN, Pekanbaru : Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) yang akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2020, mulai meningkat di Provinsi Riau seperti Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekanbaru Senapelan, Rabu (12/2/2020). Wajib pajak mendatangi berbagai layanan yang ada, khususnya e – filling.

Berdasarkan pantauan RRI, WP dipandu petugas yang ingin melakukan pengisian SPTsecara online, apalagi wajib pajak yang belum memiliki Electronic Ffiling Identification Number (E-fin).

"Ia, melaporkan lebih cepat kan lebih bagus, namun karena saya belum paham, makanya saya datang ke sini agar dibantu petugas pajaknya," kata Lina, salah seorang WP.

Sementar itu Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Riau, Edwar Hamonangan Sianipar menjelaskan secara nasional Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mencatat, sebanyak 4,5 juta Surat Pemberian Tahunan (SPT) sudah tersampaikan per Senin (10/2/2020). Sebagian besar, hampir 93 persen, pelaporan dilakukan dengan cara online atau juga dikenal dengan e-Filling.

Sedangkan, sisanya masih menggunakan skema manual, yaitu dengan mendatangi kantor pelayanan pajak. Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengapresiasi wajib pajak (WP) yang sudah melaporkan SPT sejak jauh-jauh hari.

Ia berharap, jumlah ini terus meningkat signifikan meskipun masa pelaporan SPT masih berlangsung sampai 31 Maret. Untuk mendorong pelaporan SPT, terutama orang pribadi (OP), DJP Kemenkeu telah membantu mengingatkan kepada perusahaan agar segera memberikan bukti potong pajak penghasilan (PPh) kepada karyawan. Reminder ini telah dilakukan sejak dua pekan lalu.

"Dengan begitu, karyawan bisa langsung melaporkan SPT mereka," urainya.

Dalam catatan yang diberikan DJP Kemenkeu, e-Filing terbanyak dilakukan lewat situs resmi DJP dengan jumlah 3,73 SPT. Sementara itu, sebanyak 360 ribu SPT dilaporkan dengan e-Form, yakni formulir SPT elektronik berbentuk file dengan ekstensi .xfdl.

Pengisiannya dapat dilakukan secara offline menggunakan aplikasi form viewer yang telah disediakan DJP. Setelah SPT tahunan dibuat secara offline, wajib pajak bisa langsung mengunggah SPT-nya secara online.

Tidak hanya melalui situs, kini banyak masyarakat yang juga menggunakan aplikasi untuk pelaporan SPT atau dikenal dengan aplikasi e-SPT. Sebanyak 70 ribu lebih atau sekitar 1,5 persen dari total SPT yang sudah disampaikan ke pemerintah memanfaatkan fitur dalam aplikasi tersebut. (TS)

00:00:00 / 00:00:00