• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Harga TBS di Riau Turun Rp 50,68 per Kilo Gram

11 February
16:46 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Berdasarkan hasil rapat penetapan harga Tandah Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau, Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau, Selasa (11/2/2020) mengalami p
Penurunan harga TBS untuk periode 12 – 18 Februari 2020 untuk kelompok umur 10 - 20 tahun adalah sebesar Rp 50,68/Kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja menjelaskan harga TBS kelapa sawit penetapan ke 6 bulan Februari 2020 (periode 12 – 18 Februari) di tahun 2020 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar pada kelompok umur 10 - 20 tahun yang mengalami penurunan harga sebesar Rp 50,68/Kg atau mencapai 2,76 % dari harga pekan lalu.

"Sehingga harga TBS untuk satu pekan menjadi Rp 1.865,81/Kg. Penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," jelasnya.

Dikatakan, faktor internal yang mempengaruhi penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 139,23/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 310,43/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 79,32/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 136,21/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 82,00/Kg dari harga pekan lalu," rincinya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 77,27/Kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 452,00/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 353,34/Kg dari harga pekan lalu.


Sementara dari faktor eksternal, penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh menurunnya kinerja ekspor CPO. Merebaknya wabah virus corona di China menyebabkan adanya kekhawatiran permintaan minyak sawit dapat turun mengingat China merupakan pembeli minyak nabati terbesar kedua di dunia setelah India.

Harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai juga mengalami penurunan di bursa China, sama seperti harga CPO. Selain itu mulai diberlakukannya bea keluar CPO juga ikut menjadi sentimen negatif, Kementerian Perdagangan mencatat harga referensi CPO pada Februari 2020 sebesar US$ 839,69 per metric ton (MT) (diatas US$ 750/MT)  atau naik dibandingkan periode Januari sebesar US$ 729,72/MT. Dengan kenaikan harga tersebut, pemerintah memberlakukan bea keluar CPO sebesar US$ 18/MT.

No. 06 periode 12  s/d  18 Feb 2020.
Umur 3th (Rp 1.375,78);
Umur 4th (Rp 1.490,40);
Umur 5th (Rp 1.629,06);
Umur 6th (Rp 1.668,21);
Umur 7th (Rp 1.733,26);
Umur 8th (Rp 1.781,13);
Umur 9th (Rp 1.823,06);
Umur 10th-20th (Rp 1.865,81);
Umur 21th (Rp 1.786,45);
Umur 22th (Rp 1.777,46);
Umur 23 th (Rp 1.769,98);
Umur 24 th (Rp 1.695,11);
Umur 25 th (Rp 1.653,93);
Indeks K : 87,85 %
Harga CPO Rp. 8.522,85
 Harga Kernel Rp. 4.679,60
TURUN Rp 50,68 per Kg utk umur 10-20 thn. (TS)


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00