• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Penderita Gizi Buruk Meninggal, Dinkes Pelalawan Bentuk TGC

14 January
18:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Pasca kasus gizi buruk dan stunting di Kabupaten Pelalawan yang bermunculan dari akhir tahun 2019 lalu sebayak 5 kasus gizi buruk dan terbaru diawal tahun 2020 balita bernama Arsani Khaila Fitri penderita gizi buruk asal kecamatan Bunut yang akhirnya meninggal dunia pada hari Minggu  tanggal 12 Januari 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) tangani kasus gizi buruk dan stunting. 

Hal itu dikatakan oleh Asril M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Diskes Pelalawan, Andan Dewi, Selasa (14/1/2020) usai program Kentongan di RRI Pekanbaru. 

"Saya sudah SK kan pembentukan Tim Gerak Cepat TGC penanganan gizi buruk dan stunting di Kabupaten Pelalawan pada Jumat 10 Januari 2020 lalu yang melibatkan seluruh dokter, bidan, bidang di Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, tenaga medis dan lain sebagainya. Sehingga tindakan pencegahan serta tindakan penanganan akan lebih terfokus dan prioritas," jelasnya.

Dikatakan, dengan dibentuk TGC, penanganan lebih akan terfokus dan lebih penting lagi mencegah terjadinya kasus gizi buruk ataupun stunting. TGC akan bekerja dengan data by name by address gizi buruk dan stunting yang ada di Pelalawan melalui aplikasi. Pemantauan dan pengawasan akan lebih terpusat dengan adanya TGC. 

"Tidak hanya Dinkes, TGC juga diisi oleh OPD dan instansi terkait, ujarnya.  

Dikatakannya, dengan adanya TGC dan teknologi ini, diharapkan penanganan gizi buruk dan stunting akan cepat dilakukan, dan tepat sasaran.

"Kita juga berharap TGC ini langsung melacak, sehingga  memastikan pelayanan gizi buruk terealisasikan dan memastikan titik gizi buruk dan stunting, langsung mendapatkan penanganan cepat," tukasnya.

Asril juga telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala puskesmas di kecamatan untuk lebih aktif  meningkatkan pelayanan kesehatan melalui  posyandu.

"Selain sosialisasi dan penyuluhan juga akan dapat memantau kesehatan ibu yang sedang mengandung atau balita dan mencegah terjadinya gizi buruk ataupun stunting dengan menyampaikan asupan gizi, energi, vitamin dan protein yang dibutuhkan," pungkasnya. 

Diuraikan, meski kondisi kesehatannya sempat membaik, bayi Khaila pasien gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau akhirnya meninggal dunia. 

Bayi berusia 11 bulan asal Desa Bagan Labuh Kecamatan Bunut tersebut menghembukan nafas terakhirnya di RSUD Selasih. Setelah dirawat selama lima hari sejak dibawa orangtuanya pada Selasa (7/1/2020) lalu dengan kondisi yang memprihatinkan.

Kondisi kesehatannya sempat membaik dan menunjukan perkembangan kesehatan yang menggembirakan.

"Sebelum meninggal dunia sempat sesak-sesak dan kondisinya memburuk. Tak berapa lama akhirnya meninggal dunia," urainya.

Berdasarkan reka medis yang diterima Diskes dari RSUD Selasih, lanjut Asril, selama perawatan HB bayi Khaila sudah meningkat dari sebelumnya.

Kemudian berat badannya naik 1,1 kilogram menjadi 6,7 Kg dari 5,6 Kg sebelumnya. Lalu asupan vitamin dan susu formula untuk guzi buruk terus diberikan selama perawatan.

Tim media juga sempat memberikan transfusi darah sebanyak satu kantong setelah pemeriksaan awal dilakukan dokter. Disamping itu luka seperti bekas terbakar pada badannya akibat alergi kulit atau delmatitis juga telah mengering.

"Allah berkehendak lain. Walaupun upaya dan penanganan kita sudah maksimal sejak awal, ternyata meninggal dunia," tandas Asril. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00