• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

LeCI Minta KPK Usut Korupsi Komisioner KPU Sampai Tuntas

11 January
20:10 2020
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Legal Culture Institute (LeCI) memberikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah berhasil melakukan penindakan terhadap kasus suap pengganti antar waktu (PAW) anggota DPR RI yang merupakan kader PDIP.

Direktur LeCI M.Rizqi Azmi mengatakan dalam penindakan tersebut, KPK jangan hanya sebatas lingkup second player, tetapi juga harus membongkar sampai ke intelektual dader (main actor).

"Kita beri apresiasi kepada KPK yang sudah berhasil melakukan penindakan terhadap kasus korupsi demokrasi terkait suap PAW anggota DPR RI dari PDIP, tapi dalam penindakan jangan hanya dilevel bawah saja, tetapi juga harus sampai ke aktor utamanya, "ujarnya, Sabtu (11/1/20).

Disebutkannya, pihaknya menyesalkan struktur KPU yang terlibat dalam kasus suap PAW, sehingga perlu dilakukan investigasi mendalam terkait keterlibatan komisioner KPU.

"Kami sesalkan terlibatnya komisioner KPU dalam kasus suap PAW, yang mana hal ini menjadi catatan buruk diawal tahun terhadap pelaksanaan demokrasi di Negara ini, "sebutnya.

Selain itu, KPK juga harus membuka dan melakukan penyelidikan serta penyidikan secara mendalam keterlibatan DPP PDIP terkait kasus suap PAW.

Dimana dalam penelitian LeCI tentang peran partai dalam korupsi, maka terlihat jelas alur komando dari pimpinan partai terhadap perintah yang menyebabkan lahirnya KKN. Alur Scientific revolution of Corruption menyebutkan peranan kelompok terhadap timbulnya indikasi korupsi berada pada urutan kedua setelah personal power.

Rizqi menuturkan pengungkapan kasus ini merupakan momen penting bagi KPK untuk memberikan pesan anti korupsi yang paripurna sebelum perhelatan Pilkada 2020.

"Ini momentum bagi KPK untuk memberikan pesan anti korupsi yang baik sebelum berlangsungnya Pilkada 2020, "tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskannya KPK mempunyai momentum dalam pembubaran partai dengan mengusut tuntas korupsi yang dilakukan oleh partai, jika ada keterlibatan pimpinan partai sebagai entitas dalam aktor intelektual korupsi, seperti PDIP jika terbukti ada keterlibatan pimpinan partai dalam kasus korupsi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00