• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dikunjungi DPRD Riau, DPRD Kaltim Sambut Positip Perjuangan DBH Perkebunan

13 November
14:28 2019
0 Votes (0)

KBRN,Pekanbaru:  Komisi III DPRD Riau melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (12/11) . Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang beserta anggota Komisi II lainnya.

 

Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi mengatakan dalam kunjungan tersebut membahas tindak lanjut rencana pembentukan suatu organisasi, yang mana dapat saling bekerjasama dalam memperjuangkan revisi UU No 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,ke DPR RI.

 

Piha  Komisi II DPRD  Kaltim,, Menurut Politisi P3 Riau itu menyambut positip dan mereka berncana akan saling bahu- membahu merangkul Provinsi Lainnya untuk dapat bersama-sama memperjuangkan Dana Bagi hasil CPO,agar dapat di rasakan dampaknya untuk pembagunan daerah.

 

"Dari hasil kunjungan kami hari ini, mereka (Komisi II DPRD Kaltim,Red)  merespon positif rencana yang kami sampaikan. Mereka sepakat  bergabung dan berbagi tugas untuk menyuarakan rencana ini di berbagai provinsi lainnya,"sebut Husaimi Hamidi.

 

Dijelaskan, sebelumnya rencana tersebut sudah pernah diusulkan oleh pihak Eksekutif (Pemprov Riau) dalam hal ini Dinas Perkebunan,namun rencana tersebut tidak ada kelanjutannya.

 

"Sudah pernah ada rencana ini sebelumnya,namun restribusinya tidak berjalan. Oleh sebab itu kami ingin memperjuangkan agar UU sebelumnya direvisi,agar kita bisa cepat bergerak untuk mengumpulkan sumber PAD untuk daerah-daerah penghasi CPO seluruh Indonesia,"paparnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya,pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan Lintas Komisi,yakni Komisi II yang membidangi masalah Perkebunan,dan Komisi III selaku membidangi Pendapatan Daerah.

 

Seperti diketahui sebelumnya,langkah ini diambil untuk membantu pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam meningkatkan pendapatan daerah. Sebab selama ini Riau sudah terlalu banyak mengalami kerugian kerusakan lingkungan yang cukup parah akibat banyak berdirinya kebun-kebun kelapa sawit. Seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pencemaran udara, dan pencemaran lainnya. (ls)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00