• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Bawaslu Riau Lakukan Inovasi Untuk Sukses Pengawasan Pilkada 2020

7 November
16:55 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau memastikan melakukan berbagai inovasi dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu 2019. Bawaslu bahkan sangat bersemangat melakukannya karena saat ini wibawa Bawaslu di mata masyarakat begitu baik. 

"Inovasi dan komunikasi jajaran Bawaslu daerah dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020 terus dilakukan sehingga makin meningkatkan kinerja kelembagaan dalam mengawasi kepemiluan," katanya, Kamis (11/7/2019) saat menjadi nara sumber dalam Bimtek yang dilaksanakan oleh Bawaslu Riau.

"Dalam menghadapi pemilu dan Pilkada ke depan perlu inovasi dari Bawaslu. Sebagai koordinator dari Bawaslu kabupaten/Kota, Bawaslu Riau akan membuat inovasi pengawasan guna meminimalisir celah bagi peserta Pilkada untuk melakukan pelanggaran. Terutama praktik-praktik money politic, pelanggaran ASN, isu SARA, dan berita hoaks," katanya.

Menurut Rusidi Rusdan, perkembangan lembaga Bawaslu harus dimaksimalkan, usai mendapat kewenangan dari UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Baginya, koordinasi dan komunikasi antardivisi harus ditingkatkan jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 karena tahapan Pilkada segera dimulai. 

"Dalam menegakkan keadilan Pemilu kadang terjadi hal-hal yang kita tidak duga sebelumnya. Muncul celah legitimasi yang akan digunakan peserta Pilkada dalam revisi UU Pilkada terkait pasal yang masih menyebut Bawaslu kabupaten/kota sebagai Panwaslu," tuturnya.                   

Dia menambahkan, salah satu inovasi yang dilakukan adalah Bawaslu Masuk Desa dengan kegiatan memaksimalkan pengawasan di desa-desa.

"Peran masyarakat sipil, akademisi, dan tokoh masyarakat saat ini sangat penting. Peran mereka berkaitan dengan budaya sehari-hari terkait edukasi dalam melawan politik uang, isu SARA, berita hoaks, dan berbagai ancaman lainnya," urianya. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00