• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Operasi Zebra Dimulai, Kapolda Riau Tegaskan Semua Pelanggar Ditindak

23 October
08:47 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru: Polda Riau menggelar razia lalu lintas yang bersandikan Operasi Zebra Muara Takus 2019. Ada 8 jenis pelanggaran yang menjadi sasaran polisi dalam operasi ini.

"Kita ingin masyarakat tertib berlalu lintas. Masyarakat bertingkah laku baik di area publik dan melindungi masyarakat dari kecelakaan fatal yang menyebabkan meninggal dunia," kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi usai memimpin apel gelar pasukan di Mapolda Riau, Rabu (23/10/2019).

Sebanyak 320 personel kepolisian dikerahkan dalam operasi ini dan melibatkan POM TNI, Dinas Perhubungan dan instansi lainnya.

Selain kendaraan dan kelengkapan surat-surat yang harus dipersiapkan, operasi yang dimulai pada 23 Oktober - 5 November 2019 ini juga difokuskan terhadap penindakan.

"Kita ingin kolaborasi dalam proses penegakan hukum agar masyarakat paham bahwa dalam berlalu lintas harus mematuhi beberapa aturan dan undang-undang. Apabila anggota TNI melanggar maka POM akan melakukan penindakan apabila masyarakat melanggar maka kita yang menindak agar semua paham di mata hukum kita semua sama," pungkasnya.

Adapun delapan pelanggaran yang menjadi sasaran Operasi Zebra Muara Takus 2019 ini adalah pengendara sepeda motor yang menggunakan handphone saat berkendara serta pengendara di bawah umur.

Selain itu, pengendara yang tidak menggunakan helm dan safety belt (sabuk pengaman) untuk pengemudi mobil. 

Kemudian pengguna kendaraan melebihi batas kecepatan serta mabuk saat berkendara. Terakhir pengguna kendaraan yang melawan arus serta rambu lalu lintas.

"Administrasi kendaraan juga harus lengkap. Umpamanya tidak boleh merubah rangka kendaraan, lalu modifikasi dan perbanyak muatan," pungkas Kapolda.



  • Tentang Penulis

    Santi Yunas

    Reporter <br />

  • Tentang Editor

    Santi Yunas

    Reporter <br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00