• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Maksimalkan Penegakan Hukum Pelaku Karhutla, Direktorat Reskrimsus Polda Riau Inisiasi Rakor Sistem Peradilan Pidana

22 October
20:00 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru: Direktorat Reskrimsus Polda Riau membuat berbagai upaya untuk menegakan proses hukum bagi pelaku pembakar hutan dan lahan dengan menginisiasi rapat kordinasi criminal justice system atau sistem peradilan pidana yang terintegrasi secara modern dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan.

Rapat ini diikuti aparat penegak hukum Polri, TNI, kejaksaan dan PPNS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan dengan adanya Criminal Justice Sistem, maka proses penengakkan hukum dapat berjalan lebih profesional, di mana semua pihak berpedoman pada mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) masing-masing.

"Untuk itu kita perlu berkomunikasi, dan forum ini (Rakor CJS) merupakan sarananya. Forum ini untuk membulatkan tekad kita bersama dalam menegakkan hukum dengan adil, transparan dan hukum bermanfaat," kata Kapolda Riau usai memimpin rapat, Selasa (22/10/2019). 

Dijelaskan Jenderal bintang satu ini, proses penegakan hukum sampai saat ini sudah sesuai prosedur dan tidak menemukan kendala. Pihaknya melakukan penyidikan terhadap sejumlah perusahaan pembakar lahan.

"Proses penyidikan SPDP terbaru PT TI dan dalam waktu dekat berkas perkara bisa kita limpahkan ke kejaksaan," ungkapnya.

Sementara itu Direktur Reskrimsus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi mengatakan kegiatan ini untuk menyatukan persepsi dalam proses penanganan tndak pidana karhutla.

"Ini sebetulnya sudah kita rencanakan sejak beberapa waktu lalu, dan akan berlanjut ke depan. Dengan inisiasi Criminal Justice Sistem, penanganan kasus Karhutla dapat dilakukan secara menyeluruh dan tuntas," ungkapnya.

Sampai saat ini sudah dua perusahaan pembakar lahan yang disegel Polda Riau diantaranya PT SSS yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan bahkan sudah ditetapkan tersangka. Kemudian PT TI yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hulu yang dianggap lalai sehingga lahan di areal konsesi seluas 69 hektar terbakar.

  • Tentang Penulis

    Santi Yunas

    Reporter <br />

  • Tentang Editor

    Santi Yunas

    Reporter <br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00