• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kesejahteraan Petani di Riau Bibawah Petani di Lima Provinsi

21 October
18:03 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Kesejahteraan pentani di Provinsi Riau berada di bawah petani di lima provinsi lainnya di Sumatera, dengan membandingkan Nilai Tukar Petani (NTP) Provisni Riau jika dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-6, berada di bawah provinsi Lampung, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin, Senin (21/10/2019).

Dia mengatakan secara umum petani di pulau Sumatera yang lebih sejahtera berada di Lampung.

"Pada bulan September 2019, NTP di Provinsi Riau sebesar 95,39 atau naik sebesar 2,04 persen dibanding NTP Agustus 2019 sebesar 93,48. Kenaikan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,67 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar -0,36 persen," katanya.

Dikatakan, NTP September 2019 sebesar 95,39 dapat diartikan bahwa petani secara umum mengalami defisit. Defisit ini terutama terjadi pada petani subsektor tanaman pangan (NTPP=99,51), subsektor peternakan (NTPT=97,78), perkebunan rakyat (NTPR= 91,68).

"Sementara itu, subsektor yang mengalami surplus adalah subsektor perikanan (NTNP=111,74) dan subsektor hortikultura (NTPH=101,02)," jelasnya.

Dia menyebut, kenaikan NTP di Provinsi Riau pada bulan September 2019 terjadi hanya pada satu subsektor penyusun NTP, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat dengan kenaikan NTP sebesar 4,35 persen. Sebaliknya Empat subsektor penyusun NTP lainnya megalami penurunan yaitu subsektor hortikultura turun sebesar -1,10 persen, subsektor peternakan turun sebesar -1,53 persen, subsektor tanaman pangan turun sebesar -0,19 persen, dan subsektor perikanan turun sebesar -0,17 persen.

Pada September 2019, dari 10 Provinsi di Pulau Sumatera, ada 9 provinsi yang mengalami Kenaikan NTP dan hanya 1 Provinsi yang tidak mengalami kenaikan yaitu Provinsi Bangka Belitung.

"Dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-6, di bawah Provinsi Lampung, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat," ungkapnya.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat kemampuan daya beli petani di daerah perdesaan, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi. Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli petani relatif baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik. NTP mengalami surplus apabila melebihi angka 100. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00