• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pekanbaru Tidak Termasuk Daerah Radikal

21 October
17:59 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Edwar Saidina Umar, Senin (21/10/2019) dihadapan 30 peserta workshop uji draf pedoman masjid bersih, suci dan sehat yang ditaja oleh Puslitbang Bimas Agama dan Pelayanan Keagamaan Kemenag RI memastikan bahwa Kota Pekanbaru, tidak termasuk daerah radikal, karena masyarakat sudah agamis.

“Pekanbaru dibilang Radikal, Itu Tidak benar”, tegasnya.

Menurut Edwar, tidak setuju atas sebuah penelitian dari perguruan tinggi yang mengatakan Pekanbaru termasuk radukal, hal ini tidak benar. Penelitian itu salah.
"Orang Riau (Pekanbaru, red), taat beribadah, sangat toleransi, sangat rukun, hal ini ditandai dengan berkembang pesatnya pendirian rumah ibadah di Kota Pekanbaru. Di Kota Pekanbaru ada 96 masjid Paripurna, ada 500 masjid binaan Pemko. Saat ini terdata 1.292 buah masjid di Kota Pekanbaru," dalihnya.

Pada acara kegiatan Workshop Uji Draf Pedoman Pengelolaan Masjid Bersih, Suci dan Bersih di Hotel Pangeraran Pekanbaru, Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, H. Muharram Marzuki, Ph.D dalam arahannya menginginkan Masjid di Indonesia punya Imej Building.

"Imej masjid yang dimaksud beliau maksudkan tersebut Pertama yaitau bersih. Kedua Suci, (Secara syari’ah), bersih belum tentu suci. Sebaiknya datang ke masjid tidak hanya untuk sekedar buang air saja, tapi kita sempatkan untuk berwudhu’ bila perlu shalat tahajjud, kalau ada uang lebih kita berinfak disana.  Jadi jangan dijadikan masjid sekedar WC Umum. Jangan mengepel dengan air kotor (kain pel yang kotor/ dari toilet ke dalam masjid)," ungkapnya.

Diakui, dirinya akan membuktikan atau melakukan survey ke beberapa masjid paripurna di Kota Pekanbaru.

"Apa yang membedakan masjid Paripurna dengan tidak paripurna. Kementerian Agama pada umumnya punya tujuan untuk menjadikan masjid  bersih, suci dan sehat serta ramah lingkungan (anak-anak tidak diusir)," urainya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00