• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ekonomi Riau Triwulan III 2019 Diperkirakan Tumbuh 2,05-2,55 Persen

11 October
10:41 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Berdasarkan Diseminasi Perekonomian Riau Terkini yang dikaji Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, perekonomian Riau pada triwulan III 2019, perekonomian Riau diperkirakan tumbuh positif, berada pada kisaran 2,05-2,55 persen atau melambat dibandingkan realisasi triwulan II 2019.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Decymus di Pekanbaru, Jumat (11/10/2019).

Dia menjelaskan, perlambatan dari sisi penggunaan diperkirakan bersumber dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor yang terkontraksi lebih dalam.

"Melambatnya konsumsi rumah tangga bisa disebabkan oleh tidak adanya pembayaran tambahan atau kenaikan pendapatan seperti pada triwulan II 2019. Selain itu harga minyak dan karet diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan II 2019, sehingga turut menjadi faktor penahan konsumsi rumah tangga," dalihnya.

Dikatakan, perlambatan konsumsi pemerintah, dipengaruhi oleh turunnya APBD. Sedangkan, perlambatan dari sisi penggunaan bersumber pula dari kontraksi ekspor luar negeri yang diperkirakan lebih dalam dibandingkan triwulan II 2019, sejalan dengan meningkatnya penjualan domestik pasca penerapan Permendag Nomor 21 Tahun 2019 dan Permen ESDM Nomor 42 Tahun 2018 mengenai prioritas produksi hasil pertambangan untuk kebutuhan industri pengolahan domestik dan meningkatnya penyerapan biodiesel untuk perluasan B20.

"Dari sisi lapangan usaha, perlambatan diperkirakan bersumber dari pertanian, industri pengolahan, perdagangan dan kontraksi pertambangan yang diperkirakan masih terus terjadi akibat natural declining. Deselerasi lapangan usaha pertanian dipengaruhi puncak musim kemarau dan kabut asap yang diperkirakan mengganggu produktivitas panen," tambahnya.

Semakin kuatnya hambatan tarif atau non-tarif terhadap ekspor CPO, terutama dari Eropa menahan pertumbuhan industri pengolahan ditengah belum membaiknya permintaan India dan Tiongkok juga turut mempengaruhi. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00