• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Terapkan Kesantunan Budaya Melayu, Sikap Kapolda Riau Diapresiasi Tokoh Masyarakat

6 October
19:36 2019
2 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru: Penerapan nilai-nilai budaya melayu yang diusung Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam memimpin Kepolisian di Bumi Lancang Kuning, mendapat tanggapan positif dari Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Dr drh Chaidir, MM. 

"Artinya, kepemimpinan akan diterapkan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya adalah kepemimpinan Melayu. Memang sudah seharusnya demikian. Adat bersendi syarak syarak bersendi kitabullah," jelas Chaidir, Minggu (6/10/2019).

Mantan Ketua DPRD Riau ini mengungkapkan dalam perspektif budaya melayu, pemimpin adalah seorang dituakan. 

"Didahulukan selangkah ditinggikan seranting," katanya.

Terkait hal tersebut, Chaidir menyambut baik langkah Irjen Pol Agung Setya sedari awal kedatangannya menggantikan Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo sebagai Kapolda Riau yang berniat mengadopsi nilai-nilai budaya Melayu nan luhur penuh dengan sopan santun.

Dirinya menilai, setiap pemimpin kesatuan institusi vertikal diberikan amanah memimpin di Riau, sudah saatnya mengendepankan kepemimpinan adat Melayu.

"Alhamdulillah. Kami menyambut baik terkait langkah Kapolda Riau menerapkan nilai-nilai budaya Melayu dalam memimpin kesatuannya. Artinya, kepemimpinan akan diterapkannya adalah kepemimpinan Melayu. Walaupun demikian kita tetap menghormati budaya masyarakat Riau berbilang kaum," ungkapnya.

Ia menuturkan, pemimpin itu bagaikan kayu besar di tengah padang, rimbun daunnya tempat berteduh, kuat dahannya tempat bergantung, kukuh batangnya tempat bersandar, dan besar akarnya tempat bersila. 

Selain itu, lanjut Chaidir, pemimpin Melayu itu harus paham, ibarat nakhoda harus paham melayarkan kapalnya di tengah malam yang kelam.

"Dia harus mampu membaca bintang di langit. Kepemimpinan Melayu itu berpedoman kepada kepemimpinan Rasulullah, amanah (terpercaya dan bertanggung jawab), siddiq (lurus), tabliq (komunikatif) dan fathonah (cerdas)," bebernya.

Oleh sebab itu, ujarnya, masyarakat Riau menantikan kinerja Kapolda Irjen Pol Agung Setya untuk dapat memberikan keteladanan dan kepercayaan masyarakat Lancang Kuning.

"Seorang pemimpin di mata orang Melayu, raja alim raja disembah, raja zalim raja disanggah. Sanggupkah Kapolda Riau demikian? Sanggup bila bisa memberikan keteladanan dalam perilakunya. Kita akan lihat. Kapolda harus kembalikan kepercayaan masyarakat melalui keteladanan," tutupnya.

Irjen Pol Agung sebelumnya mengatakan niatnya untuk menjadikan jajarannya sebagai polisi yang dan menyelesaikan masalah dengan santun pula.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan bahwa berkah besar untuk Riau bisa terwujud ketika pemerintah dan masyarakat bisa menjalin kerjasama dengan baik.

"Di mana bumi dipijak disitu kita junjung langit setinggi-tingginya. Dan di langit itu kita tahu ada banyak yang harus kita kerjakan. Yang kita lihat pertama adalah adat istiadat harus kita hormati. Mari kita bergerak bersama-sama, kita akan arungi perahu Lancang Kuning di malam hari ini hingga sampai tujuannya," pungkas Chaidir.

  • Tentang Penulis

    Santi Yunas

    Reporter <br />

  • Tentang Editor

    Santi Yunas

    Reporter <br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00