• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Riau Status Darurat Pencemaran Udara Akibat Kabut Asap

23 September
12:24 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Gubernur Riau Syamsuar akhirnya meningkatkan status dari siaga darut kabut asap menjadi status darurat pencemaran udara akibat kabut asap, yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang pencemaran udara, hal ini didasarkan kondisi yang terjadi saat ini, dimana sudah hampir satu bulan kabut asap tebal dari hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Provinsi Riau.

Gubernur mengatakan status tersebut berlaku mulai 23 September hingga 30 September 2019, dan jika kondisi kabut asap masih tebal dan berada pada level tidak sehat atau berbahaya, maka status darurat pencemaran udara akibat kabut asap akan kembali diperpanjang.

“Status darurat pencemaran udara akibat kabut asap mulai berlaku pada hari ini hingga 30 September 2019, dan jika kondisi masih kabut asap tebal, maka status akan kembali diperpanjang, “katanya, Senin (23/9/19) di Pekanbaru.

Diungkapkan dengan ditetapkannya status darurat pencemaran udara akibat kabut asap, maka akan dibentuk lokasi yang dijadikan tempat evakuasi, diantaranya di Gedung Daerah Provinsi Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru, aula PCR dan CPI,

“Dengan status sekarang, maka akan dibentuk tempat evakuasi seperti di Gedung Daerah Provinsi Riau, aula PCR dan CPI serta gedung-gedung perusahaan lainnya, “jelasnya.

Menurutnya, seluruh masyarakat yang akan dievakuasi akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Riau mulai dari transportasi hingga kebutuhan selama evakuasi.

“Untuk masyarakat yang akan dievakuasi, Pemerintah Provinsi akan memfasilitasi mulai dari transportasi sampai kepada kebutuhan selama berada di tempat evakuasi, “ungkapnya.

Diharapkannya dengan adanya surat keputusan penetapan status darurat pencemaran udara akibat kabut asap, maka seluruh Kabupaten / Kota di Riau juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dibuat Pemerintah Provinsi yakni dengan mempersiapkan tempat evakuasi untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat terdampak kabut asap.

“Dengan adanya surat keputusan penetapan status darurat pencemaran udara akibat kabut asap ini, Pemerintah Kabupaten / Kota dapat mengikuti apa yang sudah dibentuk Pemerintah Provinsi untuk mendirikan tempat evakuasi di daerahnya masing-masing, “harapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00