• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kabut Asap Masih Pekat, Libur Sekolah Diperpanjang

16 September
08:55 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sehingga, libur sekolah karena udara tidak sehat terus diperpanjang.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru, Abdul Jamal Maladi, Senin (16/9/2019) mengatakan keputusan untuk meliburkan peserta didik dari TK, SD, SMP ini mengingat kondisi asap masih pekat. Apalagi hasil kualitas udara sampai hari ini masih level tidak sehat.

"Kemarin sore kita rapat darurat asap penanggulangan dampak kabut asap. Kita menetapkan perpanjangan libur sekolah hari ini, Senin (16/9) hingga Selasa (17/9). Kita memutuskan libur diperpanjang dua hari lagi. Selanjutnya akan dilihat kembali perkembangan kualitas udara," katanya.

Sementara itu, BMKG Pekanbaru hari ini merilis jumlah titik panas di Riau menurun. Hanya saja kondisi asap memang masih pekat.

Jumlah titik panas hanya terdeteksi di Riau hanya 45 lokasi pada level confidence 70 persen. Jumlah ini tentunya jauh berkurang dibanding beberapa hari sebelumnya yang di atas angka 150 hotspot.

Sebaran 45 titik panas itu terdapat di Kampar 2, Dumai 3, Pelalawan 7, Rohil 23, Inhul 6, Inhu 1, Kuansing 2, dan Bengkalis 1.

"Jarak pandang pagi ini di Pekanbaru 800 meter, di Inhu 700 meter, di Pelalawan 300 meter. Kondisi diselimuti asap," kata staf analisis BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami. 

Disisi lain, Akibat Karhutla, sesuai dengan data dari AirVisual kualitas udara di Pekanbaru dinyatakan dalam kategori berbahaya.

Data Air Quality Index (AQI) yang digunakan AirVisual menunjukkan bahwa kualitas udara di beberapa titik karhutla masih tidak sehat hingga berbahaya. Seperti diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Data terbaru, wilayah Pekanbaru tercatat pada angka 470 AQI US alias berada dalam kondisi berbahaya pada hari Senin tanggal 16 September 2019 pukul 06.00 WIB. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00