• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

KLHK RI Pertanyakan Dinas LHK Riau Tetap Kirim PT CPI Ikuti Penilaian Lingkungan.

4 September
21:34 2019
2 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Sebanyak 136 perusahaan di Riau mengikuti program penilaian peringkat kinerja atau PROPER yang diadakan Kementrian LHK RI . PROPER merupakan penilaian oleh pemerintah terhadap ketaatan perusahaan dalam mengelola  lingkungan hidup. 

Dari 136 perusahaan tersebut, PT Chevron Pasific Indonesia juga ikut dalam PROPER. Pihak KLHK RI keikutsertaan PT.Chevron tersebut pasalnya sesuai peraturan, perusahaan yang mengikuti proper adalah mereka yang tidak bermasalah terhadap pengelolaan lingkungan seperti tertuang dalam Permen LHK No.3 Tahun 2014.

 Pihak PT. Chevron  melalui  surat awal Agustus 2019 yang ditujukan kepada Kepala Dinas LHK Riau Ir.Ervin Rizaldi, MH, dengan legowo sudah menyatakan keberatan mengikuti PROPER, karena masih dalam penyelesaian proses penerapan sanksi administrasi berdasarkan surat keputusan Menteri LHK 

Namun  keberatan PT CPI  yang disampaikan lewat surat permintaan pengecualian kepersetaan PROPER itu, tidak ditanggapi oleh Dinas LHK Riau. 

Lewat balasan surat yang ditujukan kepada General Meneger  IBU OE/HES PT Cheron Pasific Indonesia, Dinas LHK Riau tak peduli Chevron masih dalam masa penyelesaian sanksi dministratif. Dinas LHK Riau   tetap meminta Chevron mengikuti tahapan PROPER. Bahkan tim dari LHK Riau saat ini sedang melakukan inspeksi proper di chevron, yakni melihat langsung  pengeolaan lingkungan di areal PT CPI.

Ketika hal itu dikonfirmasikan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan LHK, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Kemen LHK Adi Candra menegaskan, kepersetaan PROPER hanya bagi perusahaan yang tidak dalam masa audit, dan sedang dalam sanksi perihal penlanggaran pengelolaan lingkungan.

 “Chevron sendiri setahu saya masih dalam masa pemulihan sanksi administratif. Sanksinya belum dicabut, jadi sesuai aturan belum bisa mengikitu program PROPER,” ujar Adi Candra, Rabu (03/09/2019)

Ketika ditanya, mengapa akhirnya Chevron lolos  sebagai peserta PROPER, menurutnya, hal itu harusnya menjadi urusan Provinsi, dalam hal ini Dinas LHK.

 “Bagaimana status perusahaan perusahaan yang ditunjuk mengikuti PROPER, Dinas yang harus melakukan pengecekan, ada masalah nggak, Kementrian sendiri tidak punya kewenangan untuk menunjuk perusahaan, yang tahu kan povinsi. Kita hanya mengeluarkan SK sebagai peserta PROPER saja,” papar Adi Candra. 

Dikatakan, Dari keikutsertaan  PROPER ini, pemerintah bisa mengeluarkan penilaian pada  seluruh perusahaan di Indonesia dalam kepatuhan mereka mengelola masalah lingkungan. Peringkat ketaatan adalah, HITAM, MERAH, BIRU, HIJAU dan Emas. Karena itulah, perusahaan yang masih bermasalah dan terkena sanksi, atau dalam tahap audit tidak boeh mengikuti PROPER, sampai sanksinya dicabut.(rls)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00