• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

IAGI Desak Pemerintah Agar Memasukkan Mitigasi Bencana Dalam Kurikulum

31 October
18:28 2018
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) terus mendorong bahkan mendesak agar pemerintah Indonesia memasukan edukasi tentang mitigasi bencana ke dalam kurikulim pendidikan nasional, sebagai upaya meningkatkan kesadaraan masyarakat tentang kewaspadaan bencana, bahkan dimulai dari kurikulum pendidikan level Sekolah Dasar (SD).

Ketua Umum IAGI, Sukmandaru Prihatmoko di sela-sela Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAGI ke-47 di Pekanbaru, Rabu (31/10/2018) mengatakan bencana gempa, tsunami dan diikuti liquifaksi di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi pelajaran yang mahal bagi Indonesia karena besarnya dampak kerugian dari sisi korban jiwa dan materi.

"Kita tinggal di daerah bencana jadi kita harus bangkitkan kewaspadaan masyarakat bahwa kita tinggal di daerah bencana, kita harus hadapi dan harus siap. Kami sudah sosialisasi langsung ke masyarakat, tapi lebih baik kalau dimasukkan dalam kurikulum sekolah," ujarnya.

Menurutnya, isu kebencanaan dari sisi geologi masih menjadi perhatian di PIT IAGI ke-47. Sehingga diharapkan pertemuan tahunan IAGI bisa menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi Indonesia. Khususnya dalam rangka meminimalisir kerugian akibat bencana.

Sementara itu, Ketua IAGI Pengda Riau, Irdas menambahkan PIT IAGI ke-47 dihadiri oleh 650 peserta anggota dan membahas 230 makalah penelitian, pertemuan juga mengangkat tema khusus yang relevan dengan Riau, di antaranya seperti penyelarasan manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

"Sebenarnya cukup banyak makalah yang masuk ke kita, tapi yang dipersentasikan hanya sebanyak 230 makalah dari 700 sampai dengan 800 makalah," urainya.

Disisi lain, Ketua Panitia PIT IAGI ke 47, Husnul Kausarian mengatakan IAGI juga membantu memetakan potensi alam di Provinsi Riau untuk pengembangannya nmenjadi geowisata.

"Kami bantu petakan potensi wisata alam yang bisa dijadikan rekomendasi untuk pemerintah daerah," ujarnya.

Geowisata merupakan pariwisata minat khusus dengan memanfaatkan potensi SDA seperti bentuk bentang alam, batuan, struktur geologi dan sejarah kebumian, sehingga diperlukan peningkatan pengayaan wawasan dan pemahaman proses fenomena fisik alam. Contoh objek geowisata adalah gunung berapi, danau, air panas, pantai, sungai, dan lain-lain.

"Ada tiga daerah di Riau yang mempunyai bentangan alam cukup indah dan berpotensi sebagai obyek geowisata. Jadi geologi yang berhubungan dengan wisata juga terus diupayakan agar dikembangkan," urainya. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00