• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Bersama Kurangi Risiko Bencana di Kalteng

21 January
17:42 2020
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya: Provinsi Kalimantan Tengah memiliki berbagai potensi bencana mulai dari banjir, angin puting beliung, tanah longsor, sampai kebakaran hutan dan lahan. Bencana yang terjadi menimbulkan dampak yang sangat merugikan banyak pihak baik dari segi sosial, ekonomi bahkan pendidikan.

Urusan bencana nampaknya tidak bisa lagi hanya diserahkan kepada pemerintah. Semua pihak harus turun tangan mengurangi risiko bencana. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, melalui Wakil Gubernur Habib Ismail Bin Yahya, menegaskan bahwa Undang-Undang mengatur penanggulangan bencana merupakan urusan bersama. "Tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada pemerintah namun perlu juga dukungan dan partisipasi dari dunia usaha dan masyarakat," katanya. 

Wagub Kalteng menambahkan  pemerintah daerah bersama sektor swasta juga telah sepakat untuk bersama menanggulangi bencana Batingsor dan Karhutla. Menurutnya semakin banyak pihak yang paham akan kebencanaan maka semakin kecil kemungkinan terdampak bencana.

Peran Forum Pengurangan Risiko Bencana juga diharapkan dapat turut membantu pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan bencana di Kalimantan Tengah. Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah, Darliansyah, mengatakan pihaknya telah meminta Forum PRB untuk menyusun rencana kerja yang berorientasi pada pencegahan. 

“Harapan kita tumbuh tugas-tugas yang diinisiasi oleh PRB ada gerakan relawan, masyarakat, tokoh karena kalau hanya pemerintah bergerak untuk menangani bencana kurang efektif,” tuturnya.

Sementara di kesempatan berbeda, Ketua Forum Pengurangan  Risiko Bencana (PRB) Provinsi Kalimantan Tengah, Siti Maimunah, mengatakan timnya telah didatangi pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ingin mendukung Forum PRB dalam upaya pencegahan bencana.

“Mungkin kalau di pemerintah anggaran lebih ke penanggulangan bencana, kita untuk pencegahan menggandeng multi pihak, baik perusahaan, internasional atau apapun yang peduli dengan kemanusiaan untuk itu,” ujarnya kepada RRI pada Selasa (21/01/2020).

Siti mengatakan mengurangi risiko bencana di Kalteng sangat penting karena adanya bencana akan menjadi titik matinya aktivitas yang ada di Kalteng.

Menurutnya, selain anggota forum PRB yang terdiri dari relawan-relawan kebencanaan, siapapun yang peduli terhadap masalah bencana dan memiliki panggilan kemanusiaan dapat bergabung mengurangi risiko bencana di Kalimantan Tengah. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00