• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sarang Walet Liar Hambat Pendapatan Asli Daerah Kota Palangkaraya

17 January
16:55 2020
0 Votes (0)

Kbrn, Palangkaraya : Banyaknya sarang walet yang tidak memiliki  izin resmi dari pemerintah, berpengaruh terhadap penyerapan pendapatan asli daerah (PAD) tidak akan terserap maksimal.
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Palangkaraya Aratuni Djaban mengatakan, meningkatnya sarang burung walet lantaran adanya perijinan bangunan pertokoan yang berubah fungsi menjadi sarang walet. Hampir di tiap Kecamatan Palangkaraya dijumpai sarang walet, tercatat ada di dua kecamatan Pahandut dan Jekan raya, daerah potensial sarang walet, ditambah sebaran penduduk yang padat jumlahnya, bisa mencapai ratusan sarang, sehingga membuat petugas kesulitan memungut pajak.
"Kita akan maksimalkan objek wajib pajak dari sarang walet sebesar 10 persen tiap kali panen, dan penegakkan perda alih fungsi bangunan toko jadi sarang walet harus ditegakkan," kata Ara kepada RRI Jum'at (17/1/20)
Untuk menertibkan sarang walet tak berijin, mulai tahun 2020 ini, pihaknya sudah berkordinasi dengan DPRD melalui rapat dengar pendapat, akan mempertajam perda yang salah satu poinnya, bangunan walet jaraknya  harus 100 meter dari tempat ibadah, perumahan dan sekola, dengan begitu penarikan pajak 10 persen dari tiap kali panen akan lebih maksimal. Karena target pemko untuk pendapatan pajak  hanya sebesar Rp 120 juta pertahun
Selain itu, kendala belum maksimalnya penegakkan perda walet,  dikarekan komitmen dari perangkat daerah terkait, dalam pelaksanaan peraturan daerah (Perda) tentang sarang walet, masih rendah. Diharapkan pemilik walet pro aktif membayar pajak yang sudah ditentukan pemerintah kota Palangkaraya. 

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00