• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kalteng Menargetkan, Akhir Desember 2019, 7 Tempat Lokalisasi Sudah Ditutup

2 December
17:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Upaya mewujudkan program pemerintah pusat yang mengamanatkan Indonesia bebas lokalisasi prostitusi tahun 2019, sudah dilakukan disejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah secara perlahan bersih dari kawasan lokalisasi, bahkan dari total 7 tempat lokalisasi yang tersebar di kabupaten dan kota, 6 diantaranya sudah ditutup.

Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kalimantan Tengah Nonsihai membenarkan, bahwa pemerintah kabupaten  dan kota se kalteng telah berkomitmen sejak 2015 hinga saat  ini, untuk menutup tempat lokalisasi diantaranya di Kabupaten Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan terakhir Kota Palangkaraya secara bertahap mulai tahun 2015 lalu, selanjutnya tanggal 4 desember 2019, akan menutup lokalisasi di Kabupaten Barito Utara.

“Tujuan penutupan lokalisasi dilakukan untuk mencegah munculnya kriminalisasi, praktek perdagangan orang, serta menjadi awal kehidupan baru bagi psk untuk keluar dari lembah hitam menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Adapun Proses penutupan sejumlah lokalisasi dilakukan secara persuasif, mengedepankan dialog guna mencari solusi terbaik, salah satunya dengan memberikan bantuan berupa uang pembinaan untuk masing masing PSK sebesar Rp 6 juta, (dengan rincian) Rp 750 ribu bantuan hidup dan Rp 250 ribu transport lokal dan Rp 5 juta untuk alat atau bantuan (usaha),” Kata Nonsi Kepada RRI Senin (2/12/19)

Ia menyebut total keseluruhan Pekerja Seks Komersial yang terdata di Dinas Sosial Kalimantan Tengah sebanyak 5 ribu 429 orang, data tersebut diluar PSK yang beroperasi di warung remang remang, karena diperkirakan masih banyak yang belum terdata. Terkait pengawasan terhadap sejumlah PSK yang dipulangkan ke daerah asal, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwajib seperti Satpol PP sebagai penegak perda,  Kepolisian dan TNI, untuk menjaga dan memastikan bahwa di tempat lokaliasi PSK yang ditutup, tidak ada lagi aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat dan berpotensi mengundang munculnya kembali penyakit masyarakat. Karena berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang seperti  pelacuran, pelayanan paksa, praktik serupa perbudakan, untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil adalah dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun denda paling sedikit Rp. 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

Sementara itu menyikapi pengawasan terhadap PSK di lokalisai dan tempat terselubung lainnya, kepala seksi penegakkan perda Satpol PP kota Palangkaraya Reanson Gantar menyatakan, anggota satpol pp sejauh ini rutin melakukan patroli di sejumlah kawasan yang memang dicurigai sebagai tempat praktek seks komersial, karena program pemerintah pusat sudah sangat jelas, tahun 2019 ini, semua daerah harus bebas praktek prostitusi.

“Kami tidak segan akan memproses seluruh elemen masyarakat baik Anggota, ASN, dan oknum wartawan, bilamana tertangkap tangan melakukan transaksi prostitusi,” ucapnya

Ia menambahkan, praktek prostistusi sejatinya sudah ada sejak zaman dahulu, namun bukan berarti tidak bisa diminimalisir, semuanya tergantung dari masyarakat dan semua pihak berkompeten dalam mendukung program pemerintah pusat, menutup lokalisasi seperti penyuluh agama memiliki peran nyata, dalam memberikan siraman rohani, terhadap pentingya memiliki sifat setia terhadap pasangan, dan pemahaman terhadap bahayanya melakukan perzinahan.


  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00