• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

UPR dan BRG Sukses Kembangkan Peternakan Sapi di Atas Gambut

13 November
16:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Universitas Palangka Raya bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) sukses melakukan pengembangan sapi potong bali di lahan gambut di Desa Tanjung Taruna Kabupaten Pulang Pisau. Dalam satu tahun, peternakan itu biasa melakukan siklus perputaran dan regenerasi anakan sapi berjumlah 8 hingga 9 ekor. Peternakan sapi bali di lahan gambut ini  dikelola dengan  metode ilmiah , modern  serta terkonsep dengan rapi, dimana setiap harinya para peternak memiliki data spesifik terkait perkembangan dan pertumbuhan  setiap ekor sapi lengkap dengan ancaman penyakit dan obat serta suplemen pendukungnya. Dengan metode terjadwal ini, puluhan sapi di peternakan Tanjung Taruna memiliki pertumbuhan bobot badan ideal, sehat sekaligus menyuburkan lahan gambut.

Kepada RRI, penanggung jawab peternakan sapi di lahan gambut Tanjung Taruna yang juga dosen peternakan fakultas pertanian Universitas Palangka Raya, Roberto Imanuel Aden , Rabu , (13/11/2019) mengatakan pelestarian sapi di lahan gambut memberi keuntungan bagi lahan gambut dan tanaman lainnya berkat dari kotoran sapi di peternakan. Peternakan sapi mendapatkan timbal balik berupa rumput kumpai yang melimpah untuk pakan sapi potong ini.

“Peternakan ini dirintis tahun 2017 dengan penghuni awal berjumlah  40 sapi betina dan  10 sapi jantan dimana  dua diantaranya adalah pejantan”, jelasnya.

Proyek bernilai  1,2  milyar ini memiliki kandang berbentuk panggung yang besar dan panjang dengan dikelola dan dirawat oleh 50 warga Desa Tanjung Taruna yang terbagi dalam 3 kelompok bergiliran di bawah arahan seorang pembimbing pertanian asal UPR. Peternakan ini terkonsep dengan sistematis dan ilmiah dimana sejumlah hal dipikirkan dengan serius seperti halnya pemilihan suplemen konsentrat, pengelompokkan bibit dan program penggemukan sapi, pemberian pakan , hingga kesehatan setiap ekor sapi. Bahkan pihak pengelola dari UPR memiliki data lengkap setiap ekor sapinya, dimana tercatat pencapaian pertumbuhan dan perkembangan bobot sapi hingga penyakit yang dideritanya. Karena diternakkan dengan sistematis hasilnya pun juga tak main main, hasil daging sapi potong ini dijamin kualitasnya , kaya protein dan harganya bersaing di pasaran.

Lebih jauh, Roberto juga mengungkap  alasan mengapa Desa Tanjung Taruna yang dipilih diantaranya karena desa ini memiliki sejarah peternakan yang pasti dan budaya warga yang positif dan mendukung untuk kegiatan ini karena sudah memiliki banyak pengalaman.(NATA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00