• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Utak Atik Penempatan Pergudangan di Palangka Raya

7 November
18:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Keberadaan gudang besar di dalam kota Palangka Raya seringkali menimbulkan masalah. Seperti halnya terganggunya lalu lintas, macet dan merusak jalan yang ada di sekitaran gudang tersebut.  Pemerintah Kota sendiri belakangan berupaya menertibkan keberadaan gudang tersebut agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Kepada RRI, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Perkim Palangka Raya, Renteng , Kamis (07/11/2019) mengatakan, jajarannya telah memberi larangan kepada gudang yang tidak berada di kawasan yang ditentukan. Disperkim sendiri telah menentukan  zona  17 yang berada di kawasan  Tampung Penyang hingga Jalan menuju Kalampangan. Ada pula kawasan dari Mahir Mahar Kawasan Kalampangan ke Banjarmasin untuk kawasan pergudangan .Sementara bagi mereka yang membuka gudang di  wilayah pemukiman akan diberikan surat pemberitahuan bahwa lokasi itu tidak pada tempatnya.

“Nantinya akan diberikan peringatan pertama, kedua dan ketiga dan jika tidak diindahkan maka Satpol PP akan bergerak menertibkannya”, jelasnya.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Jalan Dishub Kalteng, Andreas Palem, mengungkapkan, beberapa pergudangan yang ada di dalam kota sudah berdiri terlebih dahulu sebelum pemukiman penduduk menjadi ramai seperti saat ini. Sehingga untuk menemukan solusi penempatan gudang ini, perlu diskusi dan duduk bersama sejumlah pemangku kepentingan seperti DInas Perindustrian, Perdagangan, Lalu Lintas, Tata Kota dan asosiasi pengusaha sendiri. Persoalan ini memang tidak bisa diatasi dan disikpai oleh satu unsur semata. Menurutnya salah satu alternative solusi bagi pemilik gudang adalah dengan membuka gudang besar di luar kota dengan tetap mengoperasikan kendaraan besar.

“Sementara di dalam kota dimanfaatkan sebagai gudang kecil yang memfungsikan kendaraan kapasitas kecil”, ujarnya.

Sementara itu Kepolisian Resort Palangka Raya, melalui Kasat Lantas Polres Palangka Raya AKP Anang Herdiyanto, mengatakan jajarannya tidak memiliki wewenang untuk mengawasi atau menertibkan aktivitas bongkar muat gudang gudang yang ada di dalam kota. Kepolisian hanya menertibkan aturan ukuran dan dimensi kendaraan sesuai tonase dan kapasitas jalan di Palangka Raya. Polres Palangka Raya juga meminta kepada pemilik gudang untuk memiliki gudang yang berada di luar kota  dimana hanya kendaraan besar yang dipakai disitu.

“Sementara untuk aktivitas dalam kota mereka bisa menggeser dengan kendaraan yang lebih kecil”, jelasnya.

Persaoalan pergudangan ini memang harus semenjak awal dicarikan solusinya agar tidak menimbulkan kesemrawutan lebih jauh bagi Kota PalangkaRaya sendiri. Tentunya solusi yang diambil diharapkan bersifat win win solution dimana pihak pengusaha tidak dirugikan dan masyarakat sekitar juga mendapatkan ketertiban.(NATA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00