• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Tingginya Harga Tabung Gas Lpg, Terpaksa Masyarakat Antri Di Pangkalan

16 October
16:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Akibat tingginya harga tabung gas di tingkat pengecer, membuat sebagian besar masyarakat ekonomi menengah ke bawah mengeluh, dan rela mengantri berjam jam di pangkalan, guna mendapatkan gas lpg isi 3 kg, dengan harga murah.

Salah seorang warga Kota Palangkaraya Agus, merasa terbebani dengan mahalnya harga tabung gas lpg isi 3 kg, apalagi sebagai anak kos masih bergantung kiriman uang dari orang tua, dan parahnya terkadang gas di tingkat pangkalan, sulit diperoleh, akhirnya terpaksa beli di tingkat pengecer dengan harga mahal tembus Rp 30 hingga 35 ribu pertabungnya.

Jelas sulit kami rasakan dengan mahalnya gas lpg di tingkat pengecer, kalau bisa tolonglah aparat keamanan menindak tegas penyimpangan harga ini,” keluh Agus kepada RRI Rabu (16/10/2019)

Sementara itu, menanggapi mahalnya harga jual gas lpg isi 3 kg di tingkat pengecer, Kepala Dinas Perdagangan kota Palangkaraya Ikhwanudin, menyesalkan setiap pengecer menjual harga di atas ambang batas normal eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah kota Palangkaraya.

“HET Lpg kan sudah kita tetapkan, di pangkalan harga jual Rp 18 ribu pertabung, kemudian ketika sampai ke pengecer harusnya tidak boleh melebihi dari het. Standarnya di jual Rp 20 hingga 23 ribu paling mahal sudah,” ucapnya

Ia menegaskan, untuk pengecer yang mempermainkan harga, pihaknya siap merekomendasikan kepolisian untuk menindak tegas, sedangkan bagi pangkalan yang tidak jujur dalam mendistribusikan lpg, pihaknya akan mencabut ijin pangkalan tersebut, ini dilakukan sebagai efek jera.

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00