• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

37 Orang Utan Nyaru Menteng Terpapar ISPA Imbas Karhutla

18 September
16:15 2019
0 Votes (0)

KBRN,Palangka Raya : Kebakaran hutan dan lahan Karhutla yang terjadi di Kalimantan Tengah /menjadi ancaman  keselamatan ratusan satwa liar seperti orang utan yang hidup di kawasan konservasi di Hutan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data dari Pusat rehabilitasi Yayasan Penyelamatan Orang Utan Borneo (BOS) Nyaru Meteng  Kalteng sedikitnya ada 37 individu orang  utan diketahui terpapar kabut asap ISPA , yang lebih mengkhawatirkan dari 31 orang utan terdiri dari  bayi dan 6 individu  orang utan lainnya.

Manejer Pusat Rehabilitasi Orang Utan Yayasan Penyelamatan Orang Utan Borneo (BOS) Nyaru Meteng  KaltengDenny Kurniawan kepada RRI Rabu (180919) mengatakan apabila kabut asap tidak cepat ditangani akan memicu penyakit kambuhan  pada orang utan yang terpapar ISPA dan akan sulit dilepas liarkan kembali,”Hal ini yang kami kwatirkan apabila kondisi  karhutla semakin parah  dengan  asap berdampak   ISPA  kepada orang utan balita hingga dewasa di Nyaru Menteng,maka akan sulit nantinya individu orang utan kembali kealam bebas.”Terang Denny Kurniawan.

  Denny Kurniawan lebih lanjut menerangkan saat ini jumlah individu orang utang di Pusat rehabilitasi Nyaru Menteng  yang  merupakan pusat rehabilitasi terbesar di dunia  sebanyak 355  Individu dengan jumlah dokter hewan sebanyak 7 orang   dan paramedis 2 orang.

  Sementara itu pengobatan  yang kerap dilakukan tim medis Nyaru Menteng terhadap orang utan yang terkana ISPA melakukan  nebulizer, multivitamin, dan antibiotik, terutama bagi orang utan yang dianggap mengidap infeksi parah.

  Untuk itu masyarakat dihimbau dapat bersama tidak saja menjaga kelestarian lingkungan namun juga berupaya untuk tetap menjaga habitat orang utan tersebut  agar kawasan konservasi orang utan tetap terjaga lestari  dan orang utan tidak akan kembali  terbantai dari kawasan konservasi  akibat asap  dampak Karhutla.(bella).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00