• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ribuan Masyarakat Kalteng Ikut Sholat Istisqo (Minta Hujan)

18 September
13:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Sejak Kalimantan Tengah dilanda musim kemarau 3 bulan belakangan ini, membuat kebakaran hutan dan lahan semakin marak, bahkan upaya pemadaman lewat jalur darat dan udara sudah dilakukan, tapi tidak satupun membuahkan hasil, praktis kabut asap semakin pekat dan membuat  kualitas udara menunjukkan level berbahaya untuk di hirup manusia dan tumbuh tumbuhan.

Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran, telah menandatangani perubahan status dari siaga darurat menjadi tanggap darat, hal ini dilakukan untuk mempercepatan penyelesaikan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi juga penyelamatan terhadap korban terpapar kabut asap, dengan mendirikan rumah oksigen di berbagai tempat fasilitas kesehatan, mulai rumah sakit sampai Puskesmas.

“Berdasarkan pertimbangan matang, dan seiring kualitas udara yang terus memburuk, maka Kalteng saat ini saya tetapkan tanggap darurat karhutla, berlaku sampai bulan Oktober atau memasuki musim penghujan,” kata Sugianto kepada RRI Rabu (18/9/19)

Selain usaha melalui pihak terkait dan bantuan masyarakat peduli api, pihaknya segera menyurati pemerintah pusat, intinya melaporkan perubahan status menjadi tanggap darurat, terhadap kondisi kabut asap parah. Selain itu, dari segi penganggaran juga mudah diturunkan, manakala peralatan yang dimiliki petugas di lapangan begitu minim.

Sementara itu upaya lebih spesifik penaggulangan karhutla, dengan meminta pertolongan kepada Allah SWT. Rabu pagi, Pemerintah Provinsi Kalimantan  Tengah, bersama dengan ribuan masyarakat menggelar sholat istisqo atau sholat minta hujan di halaman kantor Gubernur Kalteng, yang dipimpin langsung imam dari ketua Mejelis Ulama Indonesia KH Anwar Isa, serta khatib di sampaikan dari rektor IAIN H. Khairil Anwar, dalam pelaksanaan sholat tersebut, khatib berpesan kepada seluruh jemaah, untuk tak henti hentinya memohon pertolongan Allah SWT, karena munculnya kabut asap, sebagian kecil dari musibah yang didatangkan akibat perilaku buruk manusia di muka bumi.

“Jangan berputus asa dari rahmat Allah, kita harus ambil hikmah dari musibah kabut asap, sebab banyak daerah yang diuji dengan bencana yang maha dahsyat seperti tsunami, dan gempa, untuk itu saya mengajak seluruh umat islam, untuk introspeksi diri, atas kesalahan yang diperbuat, banyak banyaklah minta ampun kepada Allah SWT,” tukasnya.  

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00