• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Gubernur Kalteng Minta Seluruh Faskes Gratiskan Pengobatan Pasien ISPA

18 September
13:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Semakin membludaknya kunjungan ke rumah rumah oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan, akibat terpapar asap, Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran menginstruksikan seluruh faskes dan rumah sakit, dapat melayani dengan baik semua pasien terpapar ISPA, dan seluruh biaya pengobatan tidak dipungut alias gratis.

Menurut Gubernur, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, manakala di daerahnya terjadi musibah, untuk memberikan pertolongan dalam bentuk pengobatan gratis, apalagi tanggap darurat sudah ditetapkan, maka segala bentuk pembiayaan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah darah.

“Ini salah satu contoh pemerintah hadir di saat masyarakatnya terpapar asap, sekaligus memberikan pertolongan pengobatan sampai tuntas,” kata Sugianto kepada RRI Rabu (1809/19)

Lebih jauh diungkapkan Gubernur, kabut asap yang terjadi di Kalteng merupakan ulah jahil masyarakat, ditambah minimnya curah hujan, mengakibatkan lahan gambut menjadi kering. Untuk itu pihaknya tak berhenti menghimbau masyarakat stop melakukan pembakaran lahan, dan satu hal yang paling penting, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, sebab percikan api yang tertiup anging kencang, dapat membuat titik api bertambah.

Sementara itu dari data terbaru pengunjung rumah oksigen di RSUD Doris Silvanus, dalam tiga hari belakangan ini, sudah mencapai 214 lebih, diperkirakan jumlah tersebut terus bertambah manakala kualitas udara masih buruk dihirup masyarakat

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00