• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Akibat Kabut Asap Di Palangkaraya, Sekolah Diliburkan Selama 3 Hari

15 September
10:50 2019
1 Votes (5)

KBRN, Palangkaraya : Kabut asap yang semakin tebal Di Palangkaraya, berdampak buruk bagi sektor Pendidikan, sehingga baik Pemrov Kalteng dan Pemko Palangkaraya, mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA Sederajat selama 3 hari, dan dari instruksi Gubernur juga sudah diteruskan kepada Kepala Daerah di tingkat Kabupaten dan satu Kota.

Saat dikonfirmasi RRI, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Slamet Winaryo, membenarkan adanya intruksi meliburkan sekolah 3 hari, hal ini bertujuan mencegah peserta didik terpapar kabut asap dan munculnya penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA).

“Kami sudah mendapat intruksi dari Gubernur Kalteng, untuk meliburkan sekolah selama 3 hari yang dimulai hari Senin 16 September sampai Rabu sifatnya fluktuatif, sambil melihat kondisi cuaca dan kualitas udara,” kata Slamet kepada RRI Minggu (16/9/19)

Ia menambahkan, kendati peserta didik diliburkan sementara waktu, pihak sekolah tetap memberikan penugasan kepada peserta didik, dan tugas tersebut berada dalam pengawasan orang tua. Diharapkan peserta didik tidak ketinggalan materi pelajaran,

Sementara itu di tempat terpisah, menyikapi kabut asap yang kian parah, Plt kepala BPBD Kota Palangkaraya H Suprianto mengatakan, karhutla parah yang terjadi saat ini, murni dari prilaku manusia, sebab rata rata lahan yang terbakar ada pemiliknya dan mirisnya lagi, pemilik seolah membiarkan lahannnya terbakar disaat petugas gabungan, mulai dari aparat TNI, Kepolisian, BPBD, Tagana, Satpol PP, Damkar, TSAK, dan tim serbu api swasta, berjibaku memadamkan api tak kenal waktu siang dan malam.

“Membuka lahan dengan alat berat memerlukan biaya besar, makanya masyarakat pemilik lahan justru senang kalau lahan mereka dibakar dengan sengaja, maupun terbakar dengan sendirinya akibat panas,” sesal Supri

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat, untuk peduli dengan bencana karhutla yang terjadi, dengan cara pro aktif memadamkan titik api di sekitarnya, atau minimal stop melakukan aktivitas membakar lahan dan pekarangan dengan alasan apapun, sebab kalau dibiarkan akan meluas, intinya permasalahan karhutla tidak akan pernah selesai sampai kapanpun, manakala belum munculnya kesadaran dan kepedulian dari masyarakat terutama oknum pembakar lahan.

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00