• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BI Turunkan Suku Bunga Acuan 5,50 Persen Untuk Pre-emptive Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13 September
19:50 2019
1 Votes (5)

KBRN,Palangka Raya : Sesuai keputusan Rapat Dewan Gubernur –RDG Bank Indonesia pada tanggal 21 hingga 22  Agustus  2019  maka BI menurunkan BI7 –day Reverse Repo Rate-BI7DRR sebesar  25 bps menjadi 5,50 persen  ,suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,75 persen  dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.

  Kebijakan ini konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran,tetap menarik imbal hasil investasi aset keuangan  domistik sehingga mendukung stabilitas eksternal,serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan  ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global.

   Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kantor Perwakilan BI Kalteng, Setia kepada RRI Jumat (130919) mengatakan   Bulan Agustus 2019 Bank Indonesia meluncurkan standar quick resporse-QR code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based,dompet elektronik,atau mobile banking yang disebut QR code Indonesia standar QRIS implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 januari 2020 untuk tahap awal QRIS fokus pada penerapan QR Code Pyment model Marchant Presented Mode-MPM dimana penjual merchant yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli-customer ketika melakukan transaksi pembayaran Peluncuran QRIS yang menjadi implementasi visi sistem Pembayaran Indonesia-SPI 2025 yang telah di canangkan pada mei 2019 lalu.”Harapan Pemerintah Sistim QRIS memudahkan masyarakat dalam bertarnsaksi di era global saat ini.”Ungkap Setian

1 Ditahun mendatang BI akan melanjutkan bauran kebijakan akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi,terjaganya stabilitas eksternal dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi  dengan memperkuat kerjasama dengan Pemerintah dan Otoritas terkait guna mempertahankan stabilitas ekonomi mendorong  permintaan domestik  serta meningkatkan ekspor pariwisata dan aliran masuk modal asing juga Penanaman Modal  Asi-PMA.(bella)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00