• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Akibat Kualitas Udara Buruk, Sekolah Atur Ulang Jam Masuk Belajar mengajar

12 September
11:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, menyebabkan kualitas udara semakin memburuk. Dan menganggu kegiatan belajar mengajar di Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Dr. Slamet Winaryo, M.Si mengatakan, untuk menyiasati kondisi terkini seiring kualitas udara semakin buruk, Dinas Pendidikan Kalimantan tengah, telah mengeluarkan surat edaran, guna mengatur ulang jam masuk belajar mengajar di Sekolah, bahkan sudah disebar ke seluruh SMA/SMK/SLB yang ada di Kalteng,

“Kami telah mengedarkan Surat, yang berisi permintaan untuk mengubah waktu awal proses belajar mengajar di SMA/SMK/SLB di Kota Palangkaraya. Aktivitas belajar dimulai pukul 07.30 WIB dan setiap mata pelajaran dibuat sekitar 30-35 menit,” Ungkap Slamet Winaryo kepada RRI Kamis (12/9/2019)

Slamet menyebut, berdasarkan survey ke sejumlah Kabupaten, kondisinya masih aman terbebas dari kabut asap, yang terpantau paling terdampak Kota Palangkaraya dan Kabupaten Kotim, namun perubahan kebijakan bisa saja terjadi menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan masing-masing wilayah.

"Sekolah juga tidak kami perkenankan melaksanakan kegiatan belajar di luar ruang kelas dan diupayakan pada setiap sekolah tersedia tabung oksigen yang ditempatkan di ruang UKS," ungkap Slamet.

Terkait aktivitas belajar dan mengajar pada SD dan SMP sederajat yang menjadi kewenangan Kabupaten dan Kota, juga telah disampaikan edaran terkait mengundurkan jam belajar, kebijakan ini sifatnya situasional, sebab kondisi asap tidak menentu, aktivitas belajar dan mengajar di seluruh sekolah akan kembali normal, mana kala kualitas udara sudah mulai sehat tidak ada lagi kabut asap.

Sementara itu, dari data pasien di RSUD Doris Silvanus, selama bulan September 2019, tercatat penderita ISPA sebanyak 10 orang, rawat inap 1 orang, sedangkan  penderita asma sebanyak 19 orang, rawat jalan sebanyak 5 orang. Agar dampak Karhutla tidak semakin meluas, selama mengikuti proses pembelajaran peserta didik dianjurkan memakai masker, mengurangi aktivitas di luar sekolah dan rumah, serta tiap sekolah diupayakan memasang kipas angin. Pintu dan jendela juga ditutup agar kabut asap tidak masuk ke dalam ruang belajar,


  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00