• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Inter Regional Input Output Kalimantan Tengah Tahun 2019

27 June
11:08 2019
1 Votes (5)

KBRN, Palangma Raya : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Inter Regional Input Output Kalimantan Tengah Tahun 2019 di laksanakan di Swiss Bel Hotel Danum. Kamis (27/06/2019).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, S.Hut, M.P, mengatakan Isu utama pembangunan wilayah dalam konstelasi nasional adalah masih besarnya kesenjangan antar wilayah khususnya kesenjangan antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

Oleh karenanya arah kebijakan utama pembangunan wilayah nasional sebagaimana yang diamanatkan di dalam RPJMN 2015-2019 difokuskan pada upaya mempercepat pengurangan kesenjangan pembangunan antarwilayah dengan mendorong transformasi dan akselerasi pembangunan wilayah KTI, yaitu Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Kepulauan Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara dan Pulau Papua, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Pulau Jawa dan Bali. 

Untuk itu, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019 mengangkat tema Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas. 

"Perencanaan pembangunan yang terintegrasi dengan mempertimbangkan aspek ruang, aspek daerah dan wilayah, menjadi semakin penting. Untuk itu diperlukan alat atau tools untuk merumuskan tujuan, arah kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan kewilayahan,"ujarnya.

Oleh sebab itu, pada tahun 2019 ini, Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas meminta Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun Inter Regional Input Output (IRIO).

IRIO mampu memberikan gambaran secara rinci keterkaitan antarwilayah dalam menunjang pembangunan nasional terutama dalam menyusun rencana dan evaluasi kebijakan secara terintegrasi yang berbasis spasial. 

IRIO mampu memberikan informasi mengenai struktur ketergantungan sektoral (sectoral interdependency) maupun ketergantungan antarwilayah (regional interdependency).

Informasi ini mendukung pemerintah dalam menyusun rencana dan evaluasi kebijakan secara terintegrasi yang berbasis spasial. Selain itu, IRIO juga dapat digunakan untuk melihat kebocoran nilai tambah (value added) dari suatu daerah ke daerah lain. 

Sementara Kepala BPS Kalimantan Tengah, Yomin Tofri menyebutkan Kegiatan penyusunan IRIO Indonesia juga akan menghasilkan Tabel Input Output (Tabel IO) Nasional dan Tabel IO 34 provinsi termasuk Kalimantan Tengah.

Dalam perspektif perencanaan ekonomi wilayah/regional, Tabel Input Output memberikan informasi keterkaitan antar sektor ekonomi sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan di suatu wilayah.

"Tabel IO juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan proyeksi pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah serta analisis kebutuhan tenaga kerja dalam perekonomian suatu wilayah,"tandasnya

Inter Regional Input Output (IRIO) dan Tabel Input Output (Tabel IO) menjadi salah satu alat atau tools dalam rangka identifikasi ketergantungan sektoral dan ketergantungan antar wilayah untuk mendukung upaya pengurangan kesenjangan antar wilayah. 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merasa penting akan ketersediaan data dan informasi ini. Untuk itu, saya minta agar para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Instansi Vertikal serta pihak-pihak terkait, dapat bekerjasama, meningkatkan koordinasi dan mendukung BPS dengan memberikan data-data dan informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan IRIO.

Diharapkan kegiatan ini memberikan hasil yang maksimal. Demi membangun Kalimantan Tengah yang maju, mandiri dan adil untuk kesejahteraan segenap masyarakat menuju Kalimantan Tengah BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis) yang berbasis pada data statistik yang berkualitas. 

  • Tentang Penulis

    Gordon Tobing

    <p>Reporter RRI Palangkaraya</p><p></p>

  • Tentang Editor

    Gordon Tobing

    <p>Reporter RRI Palangkaraya</p><p></p>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00