• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DLH Padang Sudah Terima Dua Video Pembuangan Sampah Sembarangan

19 February
13:00 2020

KBRN, Padang : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, telah menerima dua video tentang pembuangan sampah sembarangan hasil kiriman dari masyarakat. Saat ini DLH Kota Padang sedang melakukan pengumpulan bahan, dan keterangan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Sudah ada masuk dua video sejak kita umumkan ada pemberian insentif bagi pengirim video pembuangan sampah sembarangan," ucap Kepala DLH Kota Padang Mairizon, saat diseminasi informasi di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (19/2/2020).

Menurut Mairizon, setelah video diterima selanjutnya DLH melakukan verifikasi data guna mengecek dan memastikan siapa pelakunya. Apabila sudah lengkap, baru dibuat berita acara untuk kemudian dikirimkan ke Satpol PP dan diajukan ke Pengadilan guna disidang sebagai kasus tindak pidana ringan. Nantinya pembuang sampah sembarangan dapat dipidana kurungan penjara paling lama tiga bulan atau denda Rp5 juta, sesuai dengan Perda nomor 21 tahun 2012. Setelah sidang tipiring selesai maka video tersebut akan diviralkan sebagai pelajaran bagi siapa saja agar tidak membuang sampah sembarangan di Kota Padang.

"Kalau belum keluar hasil persidangan kita tidak boleh menyebarkan videonya karena dapat terjerat UU ITE," ungkapnya.

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang mengirimkan video pembuangan sampah sembarangan akan mendapatkan insentif sebesar Rp100 ribu. Mairizon mengakui dalam mengelola persoalan sampah di kota Padang butuh tindakan represif dan preventif. Tindakan preventif dimulai dari hulu dan pihaknya telah menargetkan seluruh kelurahan di Padang memiliki bank sampah sehingga volume bisa berkurang dan ada proses pemilihan. Sementara untuk kebijakan represif berupa pemberian sanksi kepada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

"Kami meyakini tidak akan ada yang merekayasa untuk mendapatkan insentif Rp100 ribu. Sebab sangsi yang akan didapatkan jauh lebih berat apabila sudah disidangkan," sebutnya.

00:00:00 / 00:00:00