• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DPRD Sumbar Segera Panggil Biro Bina Mental Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Infak Masjid Raya Sumbar

21 February
18:23 2020
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat akan memanggil Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat dalam waktu dekat. Pemanggilan dilakukan untuk meminta kejelasan terkait adanya dugaan kasus penyelewengan dana infak di Masjid Raya Sumatera Barat yang nilainya mencapai Rp800 jutaan lebih.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Irsyad Syafar mengatakan, oknum ASN yang melakukan penyelewengan dana umat tersebut harus diproses sesuai dengan perundang-undangan. Dalam hal ini, pihaknya mendukung langkah pengurus Masjid Raya Sumatera Barat yang melaporkan oknum RNT kepada pihak kepolisian.

“Langkah yang tepat karena harus diproses secara hukum,” katanya saat dihubungi RRI di Padang, Jumat (21/2/2020).

Sementara itu, Sekretaris Komisi V DPRD Sumatera Barat Syahrul Furqan mengatakan, pihaknya akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat. Berkemungkinan pemanggilan akan dilakukan pada pekan depan, karena hal ini mendesak untuk segera dituntaskan.

“Kita akan segera panggil, kemungkinan minggu depan. Kami prihatin terhadap kasus ini karena dana sumbangan umat yang dipakai untuk kepentingan pribadi,” sebutnya.

Menurut Syahrul Furqan, terjadinya dugaan penyelewengan dana infak yang sudah berlangsung dari tahun 2013 hingga 2019 ini, akibat lemahnya pengawasan dari OPD terkait yakni Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat. Padahal seharusnya setiap tahun, dilakukan pengecekan dan pengawasan terhadap kondisi keuangan masjid kebanggaan Sumatera Barat tersebut.

“Ini kejadiannya kan sudah berlangsung selama 6 tahun, apa tidak ada pengawasan yang dilakukan selama ini oleh OPD terkait,” ungkapnya.

Politisi PAN ini berharap, agar ke depannya pengelolaan dana infak di Masjid Raya Sumatera Barat dilakukan langsung oleh pengurus masjid. Namun pengawasan tetap berada di Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota komisi V DPRD lainnya Sitti Izzati Aziz. Sitti meminta aparat penegak hukum maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusut tuntas permasalahan ini. Lantaran dicurigai ada pihak lain yang terlibat dalam kasus penyelewengan dana umat tersebut.

“Melihat waktunya yang cukup panjang, rasanya tidak mungkin dilakukan seorang diri. Apalagi dia hanya bendaharawan dan staf di Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat. Kepolisian maupun gubernur harus benar-benar menyelesaikan persoalan ini,” tuturnya.

Sitti menambahkan, guna mengantisipasi kejadian ini terulang kembali, Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat maupun pengurus Masjid Raya Sumatera Barat harus menggunakan aplikasi laporan dana infak sehingga dapat diakses oleh masyarakat.

“Ke depan harus lebih transparan dan mudah diakses. Karena ini kan dananya umat mereka berhak tahu kemana uang mereka dipergunakan. Tentunya dapat menggunakan kemajuan teknologi seperti penggunaan aplikasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Masjid Raya Sumatera Barat Yulius Said mengatakan, pengurus Masjid Raya Sumatera Barat saat ini sedang melengkapi sejumlah bahan untuk dasar pelaporan dugaan penyelewengan terhadap dana infak masjid .

Yulius menjelaskan, pengurus Masjid Raya Sumatera Barat telah mendatangi Polresta Padang guna membuat laporan. Namun pihak kepolisian masih meminta pengurus masjid melengkapi sejumlah berkas.  

Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat, kata Yulius, mengaku kesulitan dalam melengkapi berkas yang dibutuhkan kepolisian. Sebab semua bahan terkait laporan dana infak berada pada oknum RNT, karena memang selama ini hanya oknum dimaksud yang mengelola dan mengetahui terkait dana infak Masjid Raya Sumatera Barat. Kendatipun demikian, pengurus Masjid Raya Sumatera Barat berupaya berkoordinasi dengan Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat agar segera dapat melengkapi bahan pelaporan.

“Oknum RNT diduga menyelewengan dana infak sebesar 800 juta rupiah lebih. Dana tersebut akumulasi infak sejak tahun 2013 hingga 2019,” ujarnya.

Yulius menambahkan, sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian, oknum RNT telah diminta untuk mengembalikan uang tersebut pada Maret 2019. Akan tetapi yang bersangkutan mengaku uang telah habis digunakan untuk kepentingan pribadi, dan berjanji akan segera mengembalikannya. Namun hingga akhir tahun, oknum RNT tidak juga membayar sehingga Inspektorat Sumatera Barat mendesak pengurus Masjid Raya Sumatera Barat melaporkan oknum RNT ke pihak kepolisian.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00