• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Korban Kekeresan Seksual Belum Mendapat Pendampingan Materi  

14 February
23:48 2020
0 Votes (0)

KBRN,Padang; Masih banyaknya kasus kekerasan seksual yang menimpa kaum perempuan, tidak saja membuat prihatin siapapun. Akan tetapi, bagai jatuh tertimpa tangga, korban kekerasan ini masih harus mengeluarkan banyak biaya ketika mengurus visum dokter maupun membeli obat untuk keperluan melapor kepada pihak berwajib.

Jika korban kekerasan itu sebagian sudah mendapatkan pendampingan hukum, namun untuk pendampingan dari segi materi sampai saat ini belum bisa dirasakan,

"Ada yang saya dampingi kasusnya secara hukum, sebelumnya mereka itu melapor dengan biaya sendiri, visum sendiri, obat bayar sendiri,’ kata Indira dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, dalam kegiatan dialog di RRI Padang, Jumat (14/02/2020), dalam rangka Hari Anti Kekerasan Seksual sedunia.

Mengenai kasus kekerasan seksual terhadap perempuan ini, menurut Women Crisis Center Nurani, dirasakan semakin miris, karena menimpa dari dari usia balita sampai lansia.

Bagaikan bola api, kasus ini terus saja menggelinding, padahal pemerintah sudah banyak mengeluarkan undang - undang untuk menjerat pelaku dan menghentikan permasalahan ini, tetapi nyatanya belum menimbulkan efek jera.

Plt Women Crisis Center Nurani Perempuan, Rahmi Marry Yenti, dalam kegiatan dialog itu juga mengatakan, penindakan hukum terhadap pelaku serta penangangan pada korban kekerasan seksual belum optimal, sehingga kasusnya masih terus terjadi, bahkan pelakukan kabur entah kemana.

"Kita lihat saja dari kasus yang kita tangani masih ada pelaku yang kabur dan penindakan terhadap yang bersangkutan belum jelas. Seperti di Solok Selatan misalnya," urainya, melengkapi penjelasan dari LBH.

Sementara itu, Ketua P2TP2A  padang Harneli Mahyeldi mengakui, pendampingan terhadap korban kekerasan seksual yang dilakukannya memang sering terkendala masalah anggaran. Seringkali anggaran telah disusun untuk program edukasi, sehingga untuk penanganan yang bersifat kasuistik tidak tersedia anggaran yang cukup.

"Ini yang juga jadi persoalan kita, harapannya kedepan anggaran untuk hal itu di APBD juga dialokasikan," pintanya. 

Dalam kesempatan yang sama anggota DPRD Padang, Irawati mengatakan, usulan dari Nurani Perempuan, LBH Padang, P2TP2A Padang, menjadi masukan penting bagi dewan.

"Inilah yang kita harapkan ada masukan dan kritik. Selama ini kita punya anggaran untuk edukasi tentang bahaya kekerasan seksual kedepan ternyata perlu dianggarkan untuk pendampingan korban,"tutupnya. (Tito/ Pro1 RRI Padang)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00