• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Penderita Kanker di Sumbar Tergolong Tinggi, Masyarakat Diminta Berobat Secara Medis

4 February
16:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Padang: Prevalensi penyakit kanker di Sumatera Barat (Sumbar) merupakan yang tertinggi nomor dua di Indonesia, yakni 2,47 per 1.000 penduduk. Bahkan penderita kanker di provinsi ini kecenderungannya mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. 

Catatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, sepanjang Januari hingga September 2019, terdapat 2.350 lebih penderita kanker. Beragam jenis kankernya, namun dominasinya kanker payudara, kemudian kanker serviks. Penderita kebanyakan kaum ibu.

Dr. Syamel Muhammad, SPOG, ahli kebidanan dan kandungan bagian onkologi mengatakan, masih tingginya penderita kanker di Sumbar disebabkan belum membudayanya kesadaran sejak dini untuk memeriksakan diri.

“Kesadaran sejak dini itu yang belum membudaya. Kebanyakan, penderita kanker berobat ketika telah stadium lanjut. Sebab ketika sadar terkena kanker, mereka tidak langsung ke dokter karena mungkin malu atau psikologisnya terganggu,” ucapnya ketika berdialog di RRI Padang, Selasa (4/2/2020).

Dr. Syamel mengimbau kaum ibu agar mawas diri untuk selalu memeriksakan kesehatannya. Jika terdeteksi menderita kanker, harus segera berobat ke rumah sakit. Sebaiknya, penderita kanker menghindari pengobatan lain yang tidak diakui secara medis, sebab berkemungkinan mengakibatkan efek samping.

“Masalah di kita, banyak yang tidak menerima dirinya kena kanker lalu berobat ke jalur selain medis untuk mendapat pembenaran bahwa tidak kena kanker. Untung kalau ramuan itu tidak menyebabkan efek samping, kalau ada efeknya, lalu siapa yang bertanggung jawab. Kalau bertambah parah bagaimana?. Sebaiknya berobatlah ke medis,” imbaunya.

Sementara itu, Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Desra Elena mengatakan, guna menurunkan angka penderita kanker, jajaran dinas rutin ke lapngan melakukan edukasi ke masyarakat. Salahsatunya melalui IVA tes.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00