• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pos Anggaran Tunjangan Profesi Guru "Hilang" di APBD 2020 Dinas Pendidikan Sumbar

6 January
12:45 2020
1 Votes (5)

KBRN, Padang : Empat item pos anggaran di Dinas Pendidikan Sumatera Barat pada APBD 2020 kosong. Mata anggaran itu yakni, Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah, Tunjangan Profesi Guru, Tunjangan Khusus Guru, dan Bantuan Operasional SMA/SMK/SLB.

Data itu sontak membuat terkejut, komisi V DPRD Sumatera Barat. Sebab dana serupa dianggarkan pada 2019 lalu.

Anggota komisi V DPRD Sumatera Barat Sitti Izzati Aziz mengungkapkan, pada tahun lalu  untuk memberikan tunjangan pada guru dan sekolah di Sumatera Barat melewati perjuangan pembahasan anggaran yang berat Namun, pada APBD 2020 tiba-tiba saja anggaran itu hilang tanpa alasan yang jelas.

"Kok tahun ini sejumlah anggaran tunjangan guru hilang atau kosong? Padahal tahun sebelumnya ada, bahkan jumlahnya pun terbilang cukup besar, " katanya saat dengar pendapat Komisi V dengan Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Senin (6/1/2020).

Dengan kondisi itu, DPRD Sumatera Barat meminta Dinas Pendidikan memberikan jawaban yang terang, terakit maksud dan tujuan mengosongkan anggaran tunjangan guru dan bantuan operasional SMA/SMK/SLB.

"Pak kadis harus menjelaskannya mengapa 4 item pos anggaran ini kosong. Dimana letak salahnya?," sebut Sitti. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Alfikri mengaku terdapat kesalahan teknis dalam input anggaran tunjangan guru dan bantuan operasional SMA/SMK/SLB. Adib melempar kelalaian itu terjadi di Badan Keuangan Daerah.

"Saya rasa anggarannya tersisip di gaji guru. Sepertinya ada yang salah di aplikasinya yang ada di Bekeuda Sumbar. Kami akan segera cek kembali, dan saya rasa masalah ini tidak perlu diributkan karena hanya kesalahan teknis penginputan," jelasnya.

Sebelumnya, pada APBD 2019 anggaran Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah tercatat senilai Rp2,9 miliar, Tunjangan Profesi Guru sebesar Rp470 miliar, Tunjangan Khusus Guru Rp2,2 miliar, dan Bantuan Operasional SMA/SMK/SLB sebesar Rp148 miliar.

Hearing ini dipimpin langsung oleh Ketua komisi V DPRD Sumatera Barat Muchlis Yusuf Abit dan seluruh anggota komisi V. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00