• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Apresiasi untuk Penyandang Netra

30 December
18:45 2019
1 Votes (1)

KBRN, Padang Kegiatan rehabilitasi yang diterapkan Panti Sosial Bina Netra - PSBN Tuah Sakato terhadap penyandang  netra dari waktu ke waktu menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi. Hal itu dapat dilihat  saat berlangsungnya terminasi  12 kelayan  yang dinilai sudah memiliki kemandirian dan mampu menata kehidupan di lingkungan masyarakat dengan berbekal  pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani proses rehabilitasi di panti.  

Kepada RRI, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, Senin, (30/12/2019) mengatakan, terminasi bukan akhir dari semuanya. Proses rehabilitasi umumnya  berlangsung lebih kurang tiga tahun.

" Usai periode tersebut, kelayan yang sudah memiliki bekal keterampilan dikembalikan kepada pihak keluarga dengan catatan, pembinaan  terhadap kelayan tetap menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten dan kota,'' ujarnya.

Meski tidak lagi menempati panti,  aktifitas kelayan tetap dalam pengawasan pihak  terkait. Pada tahapan berikutnya  jelas Jumaidi, ada semacam pembinaan lanjutan yang diberikan kepada kelayan yang telah  mengakhiri masa  rehabilitasi.

Persaingan layanan  jasa dari waktu ke waktu terbilang cukup ketat hingga dibutuhkan layanan  yang  maksimal dengan  didukung keterampilan dan servis yang memadai. Untuk itu perlu dukungan  dan arahan  dari dinas terkait guna mengoptimalkan potensi penyandang netra yang di lingkungan masyarakat.    

Hal senada disampaikan Pimpinan PSBN Tuah Sakato, Erliza Rupiah Riawati.  Menurutnya, kelayan yang sudah  menyelesaikan masa pembinaan di panti diharapkan dapat mengembangkan potensi dan kemampuannya secara maksimal.

"Selama lebih kurang tiga tahun menjalani masa pembinaan, penyandang netra dibekali dengan  beragam keterampilan,'' papar Erliza. 

Hal tersebut tidak terlepas dari peran keluarga dan lingkungan sekitar yang secara bertahap  mulai membuka diri. Jika sebelumnya sebagaimana diakui Erliza,  pihak panti cukup kewalahan merangkul anak-anak  penyandang netra,  namun sekarang ini  sebagian orang tua secara sadar mulai membuka diri untuk kelanjutan masa depan anaknya. Mereka langsung mengantar anaknya dan berharap, pihak panti bisa memberikan pendidikan yang layak untuk sang anak. Harapan yang digantungkan orang tua kepada pihak panti jelas Erliza Rupiah Riawati  bukan hal sia-sia.

Sebagian kelayan yang berasal  dari luar Kota Padang itu telah memiliki bekal keterampilan yang jika terus dikembangkan bisa menjadi modal menapak masa depan. Kemampuan  dan kualitas layanan jasa yang ditawarkan penyandang netra tidak kalah bersaing dengan yang lainnya hingga hal itu akhirnya  mencuri perhatian pihak perhotelan untuk memberdayakan potensi  penyandang netra yang dari segi kualitas patut diapresiasi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00