• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Besok, KONI Sumbar Berikan Bonus Atlet Senilai Rp2,3 M

26 December
13:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat akan memberikan bonus pada 200 atlet dengan total mencapai Rp2,3 miliar, Jumat (27/12/2019) di aula Gubernur Sumatera Barat. Rencananya bonus diberikan oleh gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

"Besok kita serahkan bonus atau reward atletnya, tetapi untuk rincian masing-masing atlet berapa menerimanya masih dirahasiakan," ujar Ketua KONI Sumatera Barat Syaiful saat jumpa pers di kantor KONI Sumbar, Kamis, (27/12/2019).

Menurutnya, 200 atlet yang menerima bonus terdiri dari 122 atlet putra dan 78 orang atlet putri. Mereka berasal dari 29 cabang olahraga mulai dari atlet PON 2016, atlet peraih medali di Porwil dan Prapon 2019. 

"Bonus diberikan kepada atlet medali Prapon 2019 dan medali Porwil. Walaupun ada yang tidak lulus PON, tetapi karena multiiven, mereka tetap mendapat bonus. Lima atlet Sea Games juga mendapat bonu, yakni Suci Wulandari yang meraih medali emas di sea games Filipina, Rafika Putra, Omah, Rendi, dan Syamsul Akmal yang meraih perunggu dalam cabang beregu takraw," tuturnya. 

Lanjutnya, bonus diberikan dalam bentuk uang tunai, dan bagi yang sudah punya rekening maka akan dikirim ke rekening. Pada kesempatan itu, KONI juga mengucurkan bonus kepada 25 pelatih dengan dana 35 persen dari total yang yang diterima oleh atlet di cabang olahraga tersebut. 

Syaiful menyebut, pemberian bonus ini sebagai bentuk motivasi dan penghargaan yang diberikan pemerintah provinsi terhadap atlet. 
Ia berharap kepada atlet agar meningkatkan semangat berlatih dalam menghadapi PON di Papua.

"Kita serahkan semuanya kepada atlet karena yang mau medali atlet. KONI hanya menyediakan apa yang dibutuhkan oleh atlet. Pemberian bonus Ini juga memotivasi atlet dalam rangka menghadapi PON, tc PON yang waktunya juga sangat dekat," ungkapnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00