• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Jejak Sejarah yang Tertoreh Indah di Negeri Berjuluk Ranah Cati Nan Tigo

15 December
10:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang :Sore membahana, menyapa lembut  negeri yang dinamai Ranah Cati Nan Tigo. Angin semilir menerpa puncak rangkiang rumah gadang yang sudah berusia ratusan tahun. Bangunan persegi empat ini masih berdiri kokoh, megah berdiri di atas lahan dengan luas bangunan sekitar 118,4 meter persegi.  Rumah Gadang Siguntur, demikian orang menamainya.

Sejenak langkahku terhenti, menatap takjub bangunan yang konon dahulunya merupakan tempat tinggal para raja. Rumah gadang dengan dinding dan lantainya yang terbuat dari kayu seakan membawaku pada cerita  kehidupan raja-raja masa lalu. Layaknya istana, rumah gadang dengan atap bergonjong tampak demikian anggun,  menabur kesan berbeda bagi siapa pun yang mencoba menatap peninggalan sejarah Islam pada sesudut negeri di tepian Sungai Batang Hari.

Aku tertegun manakala pandanganku tertuju pada seluruh bangunan. Bangunan bersejarah  yang sarat dengan nilai-nilai peradaban  budaya ini memang patut dilestarikan. Tidak terhitung seberapa banyak orang yang sudah menapakkan kaki ke  negeri yang menabur sejuta kisah dengan sejarah peradaban Islam yang tetap dikenang sepanjang masa. Meski berada di daerah pemukiman yang cukup padat,  Rumah Gadang Siguntur  dengan rangkiangnya yang menjulang tinggi ke angkasa, menguatkan keyakinan orang-orang agar senantiasa mengenang peninggalan sejarah nenek moyang. Dari sejarah orang bisa belajar menghargai peradaban budaya karena sejatinya budaya sendiri mengajarkan generasi muda menghargai  perjalanan sejarah yang demikian panjang.

Dalam perbincangannya dengan RRI, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Gemala Ranti menuturkan, peninggalan sejarah merupakan  hal yang sangat berarti dan bermakna bagi generasi berikutnya. Peninggalan sejarah berupa benda  dapat dimaknai sebagai  sarana pembelajaran bagi  manusia agar  tidak lupa pada akar sejarah masa lalu.

“Hal itu perlu dicamkan oleh generasi penerus, selayak mencintai dan melestarikan nilai-nilai peradaban yang ditinggalkan para pendahulu,’’ ujarnya kepada RRI, Sabtu, (14/12/2019).

Dikatakan, pelestarian budaya merupakan gambaran dari pelaksanaan  Undang-undang Dasar 1945 Pasal 32. Dalam aturan tersebut ditegaskan, negara sepenuhnya berupaya  memajukan kebudayaan nasional  di tengah peradaban dunia dengan  menjamin kebebasan masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya. Melalui upaya pelestarian budaya dan peradaban masa silam, dapat diwujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang  berdaulat, berkepribadian, berbudaya hingga dengan nilai-nilai moral yang senantiasa dijunjung tinggi.

Hal senada diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit yang mengemukakan pentingnya pelestarian nilai-nilai peradaban masa silam. Budaya menurutnya salah satu kekuatan pariwisata daerah  yang harus dilestarikan setiap waktu.


"Budaya tidak lain investasi terbesar yang mesti selalu diprioritaskan guna membangun  industri pariwisata di Sumatera Barat. Masing-masing kita harus menjaga komitmen dengan tetap memberikan perhatian yang besar terhadap apa pun upaya pelestarian budaya daerah,  tanpa terkecuali Rumah Gadang Siguntur yang telah berusia ratusan tahun itu,” ujarnya.

Sumatera Barat memiliki ragam budaya yang harus diakomodasi guna menunjang pergerakan sektor pariwisata di daerah. Rumah Gadang Siguntur yang berlokasi di Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya  memang cukup terkenal di kalangan wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

Senada dengan pernyataan yang disampaikan Kabid Pemasaran Pariwisata Sumatera Barat, Hendri Agung Indrianto yang menilai,  kedatangan wisatawan ke Sumatera Barat berkontribusi terhadap peningkatan ksejahteraan masyarakat daerah. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia secara keseluruhan dianugerahi keindahan alam dan kekayaan budaya yang sungguh menakjubkan, tersebar dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas (Sulawesi Utara) hingga ke Pulau Rote (Nusa Tenggara Timur).

Wisata budaya adalah kekayaan luar biasa yang tanpa disadari telah memberikan nilai pemasukan bagi daerah dan devisa bagi negara.   Wisata budaya menghadirkan beragam aktifitas seperti  pertunjukan kesenian,  festival kebudayaan,  pemukiman tradisional dengan rumah adatnya yang mengagumkan, museum dan  situs cagar budaya warisan masa lampau atau biasa disebut sebagai wisata pusaka. km mengunakan kendaraan roda 4 dan roda 2.

Patut kiranya jika dewasa ini pemerintah Indonesia  berupaya  mendongkrak perolehan devisa dari pariwisata berbasis budaya. Peninggalan- peninggalan sejarah  termasuk di dalamnya rumah adat dengan keunikannya menjadi prioritas  dalam upaya penerapan kegiatan pariwisata berbasis budaya.Terhitung  sejak tahun 2008, sejumlah daerah di Indonesia telah mencanangkan diri sebagai kota pariwisata berbasis budaya. Daerah-daerah tersebut dengan mudah  bisa dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata budaya yang kelanjutannya menghasilkan devisa bagi negara.

Untuk mewujudkannya, tentu harus dimulai dengan pola komunikasi pemasaran yang lebih intensif dan efektif. Peningkatan kualitas daya tarik wisata pada setiap destinasi wisata harus betul-betul diterapkan. Pemerintah daerah harus memberikan perhatian yang besar pada bidang ini, tidak sebatas teori karena kelanjutannya berdampak  terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah. Sebagai salah sektor yang mendulang  pemasukan bagi daerah, pariwisata berbasis budaya juga bisa menjadi kekuatan sosial untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya, memotivasi masyarakat agar senantiasa  melestarikan budaya dan lingkungan, sebagaimana pernyataan Salma, wisatawan asal Negeri Jiran yang merasakan kenyamanan saat berkunjung ke negeri yang dijuluki Ranah Cati Nan Tigo.

“Banyak sisi pembelajaran yang bisa dipetik dari peradaban sejarah  yang tersebar di berbagai daerah. Masing-masing punya  ragam keunikan tersendiri yang kiranya patut dilestarikan sepanjang masa,” paparnya kepada RRI.

Apa pun itu, peninggalan sejarah adalah gambaran kekayaan sekaligus identitas bangsa yang perlu dilestarikan dan diselamatkan di masa mendatang. Semua pihak harus andil dalam menjaga dan merawat peninggalan sejarah sehingga ke depannya tetap terjaga kelestariannya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00