• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Harga Mati untuk Sang Koruptor Penjajah Negeri

9 December
22:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Tidak ada ampun atau istilah toleransi untuk para koruptor yang  menyelewengkan uang rakyat untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Ke lubang semut pun mereka bersembunyi, hukum  di negeri ini tetap akan memburu mereka. Begitu hinanya perilaku korupsi  di mata rakyat sehingga negara pun tidak memberi sedikit pun celah untuk mereka bisa  berkelit  dari hukum yang akan menjeratnya.

Berbagai upaya nyatanya telah dilakukan para koruptor untuk meloloskan diri  dari   jeruji besi. Bahkan diantaranya ada yang mati-matian melarikan diri ke  tempat yang dianggap  aman. Hukum tidak pernah lelah meskipun  mereka telah berada di  tempat yang diangggap jauh dari jangkauan petugas, sebagaimana nasib yang dialami terpidana kasus korupsi keuangan Nagari Tanjung Alai Kecamatan X Koto Singkarak, Solok, Sumatera Barat, Budi Santoso, 46 tahun yang  dinyatakan  buron sejak September 2019.

Karena  perbuatan melanggar hukum yang dilakukan Budi Santoso, negara dirugikan hingga  ratusan juta. Sebagai ganjarannya, yang bersangkutan divonis hukuman empat tahun penjara  dan denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Nasib serupa dialami koruptor lainnya, sebut saja HM Helwis yang telah dinyatakan  buron sejak tahun 2018. Terpidana kasus korupsi ini ditangkap petugas  di Depok, Jawa Barat. Tidak ada perlawanan pada saat dilakukan penangkapan dan ujung-ujungnya harus  mendekam di balik tembok penjara.

Sepintar apa pun menutup jejak, selihai apa pun sang koruptor bermain peran,  buktinya mata hukum tidak akan pernah bisa dikelabui. Hal itu ditegaskan Kepala Kejaksaan Tinggi - Kajati Sumatera Barat, Priyanto pada momen spesial peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember.

“Tidak ada istilah toleransi untuk oknum kejaksaan yang melanggar aturan hukum dengan melakukan  korupsi uang rakyat. Hukum akan menindak setiap bentuk pelanggaran yang diperbuat,’’ ujarnya, Senin, (9/12/2019).

Priyanto menegaskan, siapa pun harus taat aturan, tidak ada pengecualian. Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin telah menginstruksikan ke seluruh jajaran internal  kejaksaan untuk senantiasa memperketat pengawasan sehingga siapa pun oknum  yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi akan diganjar hukuman yang setimpal.

Upaya pemberantasan kasus korupsi bukan sekedar janji penyejuk hati. Negara berupaya merealisasikan  harapan masyarakat, terbentuknya lembaga penegak hukum  yang memiliki citra dan wibawa tinggi. Hal itu sejalan dengan komitmen  pemerintah yang ingin  menjadikan aparat penegak hukum kejaksaan memiliki integritas, konsisten dan komitmen yang kuat memberantas korupsi hingga tuntas. Pada dasarnya peringatan Hari Antikorupsi Sedunia menuntun masyarakat  hidup dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Korupsi erat kaitannya dengan penyalahgunaan kekuasaan  untuk target memperoleh keuntungan pribadi.

Sejauh perjalanan, belum satu pun negara di dunia yang menghalalkan perilaku korupsi. Cina termasuk  salah satu negara di dunia yang menentang keras perilaku korupsi.Terhitung  sejak tahun 2013, pemerintah Cina telah menghukum lebih kurang  1,34 juta pejabat tingkat dalam program antikorupsi yang dicanangkan Presiden Xi Jinping. Kebanyakan diantaranya dihukum mati dengan cara ditembak.

Untuk Indonesia, negeri yang dikenal kaya raya,  sejauh ini masih cukup kewalahan menghadapi ulah para pencuri uang negara. Tidak  saja merugikan negara, ulah sang koruptor juga berdampak terhadap kesejateraan rakyat. Begitu banyaknya uang negara yang dicuri para koruptor sehingga  rakyat  pun terpaksa merasakan penderitaan. Kemiskinan merajalela dan boleh dikatakan hampir setiap waktu, berita yang mengabarkan sepak  terjang sang koruptor menghiasi layar kaca. Begitu ramainya pemberitaan tentang koruptor hingga rakyat pun merasa jenuh dan  kenyang.

Tidak sedikit pula tudingan miring yang berisikan prasangka negatif masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum.  Negara seolah-olah dianggap tidak berdaya menghadapi ulah pencuri uang rakyat.

Keyakinan rakyat terhadap kinerja aparat penegak  hukum di negara ini kian pudar.

Untuk itu, perlu komitmen aparat penegak hukum yang dibuktikan melalui kinerja dan optimalitas yang ditunjukkan petugas.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Priyanto pada momen peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tidak hentinya mengimbau  internal kejaksaan agar senantiasa menjaga sikap dan perilaku, memprioritaskan upaya-upaya pemberantasan korupsi guna menjawab harapan dan impian masyarakat yang lama terkubur.

Sudah saatnya insan-insan penegak hukum di negeri ini menjaga integritas, memberikan nilai keteladanan dengan menunjukkan  sisi kehandalan, konsisten dalam proses pemberantasan tindak  korupsi yang pada umumnya melibatkan para penguasa negeri.

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00