• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Jamban Sehat Bukit Gado-Gado, Mimpi Terkubur yang Kini Dikabulkan

29 November
18:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang :Siang menukikkan hawa panas, menantang  gerah di hamparan terik. Bulir-bulir keringat bercucuran, berpacu dengan hentakan cangkul yang menancap  di perut bumi silih berganti.Semilir angin pegunungan nan sejuk sesekali menangkis gerah.  Pada sesudut lahan di ketinggian bukit hijau, yakni sebidang tanah berukuran sekira 4 X 4 meter,  lima orang  lelaki  berseragam loreng asik berpacu menata ruang, membangun fasilitas umum, satu unit jamban sehat yang tidak lama lagi bakal  menjawab mimpi warga sekitar.

Siapa mengira,  di balik keindahan panorama alam sekitar, terselubung kisah pilu warga  yang hingga kini belum  bisa menikmati  fasilitas MCK yang layak. Bukit yang menjulng tinggi seolah-olah berupaya membungkam derita warga. Sungguh mengejutkan, puluhan bahkan ratusan  Kepala Keluarga - KK di Bukit Gado-Gado  belum memiliki sarana pembuangan yang layak.

Mereka sejauh ini jelas Yandedi Nur,  Lurah Bukit Gado-Gado masih mengandalkan  kemampuan dan daya tampung  jamban darurat  dengan satu sumber air  yang  alirannya tidak pula lancar.

“Setiap hari warga terpaksa antre hingga berjam-jam demi mendapatkan air yang dipergunakan untuk  berbagai keperluan hidup,” ujarnya kepada RRI, Jumat, (22/11/2019).

Saking sulitnya mendapatkan air bersih, warga terkadang mesti rela begadang, menuruni lekuk bukit tengah malam  demi mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari. Hal demikian dibenarkan, Widya, warga  yang mengaku  sudah puluhan tahun  menempati sebidang lahan  di ketinggian bukit hijau.

Bersama sang ibu, ia menuruni bukit, menampung air di kegelapan malam. Sungguh  miris, namun itulah realita yang tidak bisa disembunyikan lagi.

“Di saat yang lain masih tertidur pulas,  saya dan ibu turun bukit. Mengisi ember hingga penuh.   Pada malam hari, kami bisa lebih leluasa mengisi wadah,” ujar ibu rumah tangga itu, saat ditemui di kediamannya.

Sementara  untuk keperluan  Buang Air Besar - BAB, warga sekitar memanfaatkan jamban darurat  dengan  kondisinya tidak pula terawat. Aroma kurang sedap menyengat  rongga hidung  dan jika melihat fisik jamban, Nampak  kotor dan jorok. Hal tersebut menggugah perhatian prajurit TNI Angka Darat,   Kodim 0312/Padang yang telah beberapa kali melakukan tinjauan ke lapangan.

Satu unit jamban sehat lengkap dengan fasilitas MCK dibangun pada lahan yang telah disediakan warga . Sinergitas   yan dibangun antara masyarakat dengan TNI mempercepat proses pembangunan jamban sehat. Warga demikian  antusias membantu pengerjaan jamban dan fasilitas MCK.

Dandim 0312/Padang, Letkol Arh. Nova Mahesa Yudha  saat melakukan kunjungan ke lapangan menuturkan, pemilihan lokasi didasari masukan dan desakan kebutuhan warga  sekitar. Ia tidak  menutup kemungkinan akan penambahan  beberapa unit jamban sehat  untuk melayani kebutuhan MCK  masyarakat.

Amat disesalkan jika program jamban sehat  tidak menyentuh area yang telah ditetapkan pemerintah  sebagai Kawasan Wisata Terpadu – KWT.

“Dengan adanya jamban sehat tersebut, warga  dapat menerapkan pola hidup sehat dan tidak buang air besar sembarangan lagi,” paparnya.

Tidak dipungkiri,  perilaku warga buang  air besar sembarangan  bukan sesuatu hal yang baru.  Di pedesaan, masyarakat pada umumnya  masih membuang kotoran sembarangan di kali atau pun sungai. Tidak  hanya itu,  mereka juga mandi, menggosok gigi, mencuci peralatan dapur  di sungai yang sama. Akibatnya,  warga  rentan terhadap penularan penyakit diare  dan  pneumonia pada anak-anak. Hal lain yang perlu menjadi bahan kajian, sebagaimana ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferry Mulyani adalah lalat-lalat yang mengerubungi kotoran manuia yang kemudian hinggap pada makanan dan minuman yang dikomsi masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Ferry menuturkan perlu menumbuhkan kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup sehat di lingkungan masyarakat. Salah satu upaya yang kini gencar disosialisasikan ke ranah publik adalah pembangunan jamban sehat bagi warga kurang mampu.

Pengadaan fasilitas jemaban sehat  telah dimulai Agustus lalu sehingga tahun 2020 mendatang tidak ditemu lagi perilaku warga buang air besar sembarangan. Pengadaan jamban sehat  adalah  program nasional melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional – RPJMN. Dua kecamatan telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan jamban sehat. 

“Tahun berikutnya, dua kecamatan  tersebut melaksanakan deklarasi stop buang air besar sembarangan,” ujarnya kepada RRI.

Dengan memanfaatkan dana CSR dari sejumlah perusahaan, pemerintah berharap, masyarakat di daerah rawan penularan penyakit lingkungan dapat merubah pola hidup untuk mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. Perilaku hidup bersih  mencerminkan nilai-nilai kesehatan  yang selalu terjaga dalam diri seseorang. Idealnya kebersihan lingkungan adalah upaya awal  dalam mewujudkan kehidupan yang berkualitas.

Lingkungan bersih dan sehat adalah modal utama dalam mengoptimalkan potensi ruang yang mencakup banyak sektor,  salah satunya pariwisata daerah. Apa jadinya jika keindahan Bukit Gado-Gado dengan balutan eksotis Gunung Padangnya nan menawan terciderai oleh perilaku buruk masyarakat sekitar. Gara-gara setitik nilai, rusak susu sebelanga. Peribahasa tersebut mendorong berbagai pihak dewasa gencar  dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan.

“Pembangunan jamban sehat  dan fasilitas penunjang MCK di Bukit Gado-Gado, ibarat mimpi  lama yang kini baru diwujudkan. Doa terkubur, kini telah dikabulkan,” ungkap Ratna, warga  Bukit Gado-Gado  yang sehari-harinya berjualan jagung bakar di lereng Jembatan Siti Nurbaya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00