• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Posisi Instruktur Olahraga Tak Terganti Teknologi

13 November
14:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang: Pada era revolusi industri generasi keempat sekarang ini, terjadi perubahan besar di berbagai sektor. Misalnya, tergantikannya pekerjaan manusia oleh aplikasi dan teknologi kecerdasan buatan. Kendati demikian, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri memastikan di bidang olahraga, peran guru ataupun instruktur olahraga tak mungkin digantikan oleh teknologi.

Menurut Ganefri, guru dan instruktur olahraga bukan sekadar perantara ilmu, melainkan punya nilai yang tak bisa dilakukan mesin ataupun teknologi kecerdasan buatan. Hubungan emosional dan batin antara guru, pelatih dengan peserta didik, merupakan nilai yang tidak bisa dilakukan robot atau aplikasi.

“Motivasi dari instruktur atau pelatih pada atlet, tidak bisa digantikan oleh mesin atau aplikasi. Maka dari itu kualitas pendidikan bergantung terhadap hubungan dosen atau instruktur terhadap peserta didik,” ujarnya ketika membuka Konferensi Internasional Ilmu Keolahragaan, Kesehatan, dan Rekreasi, di UNP, Rabu (13/11/2019).

Namun demikian, terang Ganefri, guru dan pelatih tetap harus melek teknologi, sebab aplikasi yang muncul saat ini menjadi alat mengajar yang memudahkan. Para pengajar tetap harus menggunakannya, jika tidak ingin tertinggal dengan metode baru.

“Ada misalnya, pelatih pakai aplikasi untuk memudahkan mengatur susunan pemain, itu perlu dilakukan,” tuturnya.

Ganefri menambahkan, UNP sebagai tempat melahirkan guru dan pelatih terus memberikan pengertian dimaksud, sehingga lulusan UNP yang kelak juga menjadi pendidik, bisa menularkan ilmunya dengan  optimal. Hal itu pun akan bermuara terhadap kualitas Fakultas Ilmu Keolahragaan di UNP yang menempati posisi terbaik di Sumatera.

“Untuk itu kualitasnya harus terus ditingkatkan. Apalagi seluruh prodi di FIK sudah terakreditasi A. Ke depan akan diupayakan mendapat akreditasi internasional,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Konferensi, Prof. Gusril mengatakan, pada kegiatan kali ini, temanya Optimization Sport Sciences, Health and Tourism To Achieve Sustainable Development Goals. Salah satu yang dibahas yakni terkait peningkatan peran pengajar supaya efektif dalam mengajak peserta didik kembali berolahraga secara aktif. Sebab tantangan saat ini, masyarakat sekarang cenderung malas bergerak karena berbagai aspek hidupnya dimudahkan dengan teknologi.

“Belanja, bayar tagihan, sampai beli makanan pakai online, tidak perlu lagi keluar rumah. Ini dampaknya akan sangat besar terhadap kesehatan karena waktu bergerak manusia sedikit. Tak heran jika sekarang banyak masyarakat mengidap diabetes, obesitas, kolestrol, karena mereka malas berolahraga,” tuturnya.

Pada konferensi ini, pembicara kunci yang datang yakni Prof. Jeong Howon, Direktur Dapartemen Olahraga Rekreasi, Kyungpook National University Korea Selatan, Assoc. Prof. Dr. Nilmanee Sriboon dari Departemen Ilmu Olahraga dan Pengembangan Olahraga Thammasat University Thailand, Assoc. Prof. Dr. Selina Khoo dari University of Malaya, Malaysia. Kemudian  Drg. Kartini Rustandi M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI, dan dari UNP, Prof Gusril M.Pd.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00