• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Aliran Listrik Gratis dan Kemerdekaan Adimar

15 October
17:25 2019
1 Votes (5)

Dua bola mata Adimar tak mampu menahan sabak. Meski jarinya tiap sebentar menyeka, namun buliran air mata itu tetap jatuh di pipi kerutnya. Haru beraduk suka, begitulah gambaran perasaan nenek 81 tahun itu, setelah  merasakan hidup terang dengan listrik. Sebab tiga tahun terakhir, Adimar hanya mengandalkan lampu togok (sebutan lampu minyak) untuk penerangan.

Walaupun tak akan banyak difungsikan untuk menghidupkan peralatan elektronik, setidaknya listrik yang sudah mengalir di rumah Adimar, tepatnya di Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabuang, Kota Padang, bisa menerangi gubuk kayunya jika malam tiba.

"Sajak 2017. Dulu rumah ko lai balistrik (Dulu rumah ini berlistrik). Karano kosong, tu ambo tampeki (karena kosong, lalu saya tempati). Tapi listrik e diputuih dek urang karano manunggak bayi (Tapi listrik diputus karena lama menunggak pembayaran). Tu lah kalam e (kini menjadi gelap), “ kisah Adimar, sembari duduk di kursi menghadap ke arah jendela.

Selama tiga tahun menggunakan lampu minyak, Adimar mengaku, menghabiskan satu liter minyak tanah per minggunya. Rasa sedih kembali menerpa, di saat minyak tanah yang memang sudah langka didapati. Bisa berminggu-minggu lampu itu tidak menyala, sehingga gelap  menjadi hidangan malamnya.

Kondisi kini sudah berbeda, sejak ada pemasangan listrik gratis di gubuknya. Adimar mengaku senang. Meski yang ada di dalam rumahnya hanya ada dua buah radio tua, yang satu juga sudah tidak bisa menyala. Tapi ibu renta dua putra ini sudah merasa merdeka berdiam di republik tercinta ini. Sebab, katanya, kalau malam cahaya lampu sudah membias di ruang rumahnya.

"Kini lah sero, lah tarang (kini sudah senang, sudah terang. Tingga sorang, kalau malam lai dikawanan dek bini abang (Tinggal sendirian, kalau malam ditemani istri abang). Anak lai duo, di rumah padusie (Anak saya dua, tapi keduanya tinggal di rumah istri masing-masing)," beber Adimar yang mengenakan daster berwarna unggu.

Setidaknya, ketika kondisi tua Adimar sepi sebatang kara, fisik mulai renta, ada cahaya terang menemaninya. Sehingga gelap tak terus menerus menyelimuti rasa sedihnya. Adimar perempuan tegar, meski kakinya tak lagi bisa menompang tubuhnya, karena  sudah lama sakit akibat jatuh saat gempa besar mengguncang Sumatera Barat 10 tahun silam. Ia mengandalkan,  tongkat untuk menopang untuk sesaat ke jamban, atau sekadar merebahkan badannya ke dipan kamarnya.

"Kaki sakik, tajatuah waktu gampo gadang dulu. (kaki ini sakit, terjatuh waktu gempa besar dulu," tuturnya.

Waktu masih kuat, Adimar berkisah, berprofesi sebagai penjual lontong dan ketan di Pasar Gauang. Pekerjaan itu harus dilakoninya setiap hari, untuk menghidupi dua putranya, setelah ditinggal wafat sang suami. Hidup keras dan miskin, membuat dua anaknya berhenti mengenyam bangku sekolah, dan harus segera mandiri. Jalan satu-satunya cuma dengan pergi melaut mencari ikan.

"Nan gadang Febuardi, nan ketek Januardi. Kini kaduonyo ka lawik. (Yang besar benama Febuardi, yang kecil Januardi. Keduanya berprofesi nelayan ke laut)," ungkapnya.

Kini Adimar bisa bersyukur, kedua putranya telah berkeluarga. Walau tinggal sendiri, banyak orang di sekitar yang memperhatikan. Ketika listrik sudah mengalir di rumahnya, Ia pun tak pusing memikirkan untuk membeli token. Sebab ada Jon, tetangganya yang selalu membagi rejeki tiap bulan, minimal Rp 150 ribu.

"Mokasi banyak PLN. Kini lah tarang. (Terimakasih banyak untuk PLN. Sekarang sudah terang,” ucapnya.

Listrik didapati Adimar itu, program cuma-cuma dari PT PLN, dana yang dikumpulkan dari sosial seluruh karyawan. Adimar satu dari 184 sambungan gratis PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat.

“Ini amanah dari para karyawan. Aksi sosial. Tidak hanya di Sumatera Barat, namun program di seluruh Indonesia. Semoga ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” ungkap General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto, ketika berkunjung ke rumah Adimar.

Bambang menjelaskan, bantuan pemasangan listrik gratis itu disebar ke berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat. Rinciannya di Kota Padang 87 titik, Solok 38 titik, Bukittinggi 29 titik, dan Payakumbuh 30 titik.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00