• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Bersama Rakyat TNI Kuat, Bersama Meraih Mimpi dalam Dekapan NKRI

30 September
19:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Kabupaten Kepulauan Mentawai  merupakan salah satu  daerah  tertinggal di Sumatera Barat yang kini sedang berbenah diri. Sejumlah program dilirik, bahkan   mulai diarahkan ke pelosok-pelosok pedalaman yang  lama menantikan sentuhan  pembangunan, salah satunya  infrastruktur jalan. Dari empat pulau besar yang  terdapat di wilayah Mentawai, tersebutlah salah satunya Pulau Siberut.

Pulau cantik dengan kondisi alamnya yang masih perawan alias belum tersentuh kemajuan zaman  sekiranya perlu mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Kemiskinan dan keterbelakangan menjadikan masyarakat di daerah hidup dalam kondisi memprihatinkan,  bertahan dengan fasilitas hidup apa adanya. 

Jangankan bermimpi bisa menata masa depan, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja, mereka  harus berjuang keras, menghadang ketinggian gelombang  yang tidak jarang berujung maut. Satu-satunya cara  menghidupi keluarga  hanya dengan melaut, ya tentunya  dengan akses transportasi  masih berupa lautan lepas. Dengan kondisi demikian,  sulit kiranya  bagi masyarakat bisa leluasa beraktifitas,  menggerakkan roda perekonomian daerah yang mau tidak mau sangat  bergantung pada ketersediaan akses jalan penghubung. Perlu sinergitas dan keinginan kuat para pemangku kebijakan untuk segera mengakhiri problematika kehidupan  masyarakat yang sebagian  besar anak-anaknya tidak berkesempatan mengecap pendidikan sekolah. 

Slogan Bersama Rakyat TNI Kuat,  agaknya bukan sekedar cerita pemanis kata. Dalam realitanya,  pembukaan jalan Trans Mentawai  sepanjang 29 kilometer di Pulau Siberut melibatkan TNI Angkatan Darat sepenuhnya.  Kondisi medan yang berat dan berisiko dengan kendala utama cuaca dan ketinggian gelombang yang menghadang lautan Samudera Hindia menjadi dasar pertimbangan  untuk mempercayakan sepenuhnya pekerjaan berat ini kepada Korem 032 Wirabraja.

Tanpa menunggu lama, satu komposit pasukan dikerahkan ke Siberut bulan Agustus lalu,  termasuk delapan unit alat berat yang didatangkan dari seberang lautan. Tanpa kenal lelah, prajurit TNI bekerja keras siang malam, membuka lahan untuk pengerjaan jalan Trans Mentawai  yang   sebelumnya masih berupa sungai, perbukitan  bahkan   hutan belantara. Kepada RRI Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menuturkan, pembukaan lahan sepanjang 29 kilometer ditargetkan rampung akhir tahun 2019.

"Berbagai kendala menghadang pengerjaan lahan Trans Mentawai, diantaranya cuaca  yang  seringkali hujan. Belum lagi  gangguan teknis di lapangan yang menyebabkan alat beberapa kali  mengalami  kerusakan akibat  tergelincir di lokasi becak akibat  hujan deras yang menggenangi tanah merah di area kegiatan,'' ujarnya Kunto Arief Wibowo, Senin, (30/9/2019).

Namun hal itu tidak berlangsung lama, prajurit TNI dengan semangat  kemanunggalan dan jiwa berbakti  kepada negeri berupaya menembus medan berisiko demi terpenuhinya harapan masyarakat di daerah pelosok pedalaman. Meski  baru tahap  awal, namun diyakini pembukaan Jalan Trans Mentawai membuka berbagai peluang bagi masyarakat daerah untuk bisa lebih leluasa beraktifitas, memasarkan  hasil pertanian dari dusun ke dusun sehingga kelanjutannya  berdampak terhadap pergerakan sektor perekonomian masyarakat di daerah.

Hal senada diungkapkan Dandim 0319 Mentawai, Letkol Czi Didit Yusnadi, Senin, (30/9/2019). Pembukaan lahan Trans Mentawai di Pulau Siberut  saat ini telah menempuh jarak lebih kurang 13-14 kilometer. Untuk mempercepat pengerjaan lahan, beberapa unit alat berat didatangkan lagi dari seberang lautan dan ditargetkan pekerjaan tersebut rampung sesuai waktu yang ditentukan, yakni akhir tahun ini.

"Jika melihat kondisi sebelumnya, jalan yang ada  hanya berupa setapak kecil yang kanan kiri ditumbuhi pepohonan,'' paparnya.

Warga  yang hendak menyeberang ke dusun sebelah harus berjuang keras menyeberangi sungai, mendaki terjalnya perbukitan sehingga sangat tidak memungkinkan bagi warga yang memiliki lahan  untuk memasarkan hasil pertanian  dan hasil kebun lainnya. Pembukaan jalan Trans Mentawai yang dimulai dari Sirilanggai dilanjutkan ke Turekan Hulu hingga Desa Sigapokna  umpama angin surga yang menabur sejuta harapan bagi warga sekitar.

Sementara itu Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan,  pembukaan lahan dari Siberut Utara hingga Siberut Barat adalah pekerjaan berat dengan risiko besar. Setelah melewati berbagai pertimbangan, pekerjaan ini dipercayakan sepenuhnya kepada  Korem 032 Wirabraja dengan anggaran bersumber dari APBN senilai  Rp 29 Miliar.

"Pembukaan lahan sepanjang 29 kilometer di Pulau Siberut merupakan langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah, kendati menggunakan konsep  kerja yang sifatnya melompat-lompat,'' ungkapnya kepada RRI.

Banyak cara yang bisa diperbuat untuk mewujudkan impian masyarakat dalam membangun  sendi-sendi  kehidupan yang  lebih kuat, sejalan dengan peribahasa yang menyatakan Tidak Satu Jalan Menuju ke Roma. Benar adanya, buktinya, berbagai  upaya ditempuh guna menciptakan kehidupan masyarakat yang  lebih sejahtera,  tidak hanya melalui  pembangunan fisik, namun bisa diwujudkan dari aspek lain yakni  ketahanan pangan.  

Bios 44 merupakan salah satu formula unggulan yang kini gencar  disosialisasikan Korem 032 Wirabraja di berbagai daerah. Cairan ajaib yang yang menjadikan tanah subur nyatanya  memiliki banyak manfaat di bidang pertanian, perikanan, bahkan untuk  peternakan sekali pun. Penggunaan formula unggulan ini tidak membahayakan lingkungan sekitarnya, baik bagi tumbuhan, hewan maupun manusia, sebagaimana diungkapkan Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjen TNI MS Fadhilah kepada RRI, Rabu, (4/9/2019).

"Sosialisasi yang dilakukan Korem 032 Wirabraja di lingkungan petani dan peternak secara bertahap telah membuahkan hasil,'' jelasnya.

Masyarakat dapat merasakan sendiri keunggulan yang dimiliki formula tersebut. Demikian pula  pemerintah daerah,  mulai mendorong  para petani  di daerah agar  menggunakan teknologi yang lebih  efektif dan efisien yang dapat menghemat pengeluaran dengan  perolehan hasil yang lebih banyak. Apa pun  program yang dicetus prajurit TNI,  pada intinya merujuk pada keinginan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Sejatinya TNI untuk  Rakyat, Bersama Rakyat TNI Kuat. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00