• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Kondisi Udara Masuk Level Berbahaya, UNP Gelar Salat Istisqa

23 September
12:45 2019
1 Votes (4)

KBRN, Padang: Ratusan dosen, pegawai, dan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar salat Istisqa, menyusul semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti langit Sumatera Barat secara umum. Salat yang dilaksanakan di halaman rektorat UNP, Senin pagi (23/09/2019) itu dilaksanakan agar Tuhan segera menurunkan hujan untuk menghilangkan kabut asap yang sudah menyelimuti langit selama beberapa pekan terakhir. Jamaah salat telah berkumpul pada pukul 08.00 WIB, kemudian salat sunah dua rakaat itu dimulai pukul 08.30 WIB. Dr. Ahmad Kosasih dipercaya menjadi imam sekaligus khatib.

“Sudah cukup lama tidak hujan di Padang. Kabut asap kebakaran hutan dan lahan menambah cuaca tidak sehat. Tentu kita ingin hujan segera turun, tapi kalau Tuhan belum berkehendak, hujan tidak akan turun. Untuk itu kita minta pada Tuhan yang mengatur kehidupan ini,” ucap Dr. Ahmad Kosasih di tengah khutbahnya.

Dalam kesempatan itu, Reza, salah seorang mahasiswa yang juga turut menjadi jamaah salat Istisqa mengaku, sangat mengharapkan turunnya hujan untuk mengusir kabut asap. Sebab semakin hari semakin pekat, sehingga terasa menganggu pernafasan.

“Saya sudah dua hari ini agak sesak nafas karena kondisi udara seperti ini. Kalau ke kampus selalu pakai masker supaya tidak tambah parah batuknya,” ucapnya.

Sementara itu, kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan dari provinsi tetangga mulai terlihat pekat masuk ke Sumatera Barat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang mengeluarkan pemberitahuan, baku mutu udara di Sumatera Barat mencapai rekor terburuk tahun ini. Kepala BMKG Stasiun Bukit Kototabang, Wan Dayantolis mengatakan, pengamatan konsentrasi partikulat (pm10) sejak Minggu 22 September hingga Senin 23 September, rata-rata berada pada level tidak sehat.

“Ambang batas yaitu 150 µgram/m3. Tapi polutan partikulat pada 23 September pukul 09.00 WIB  mencapai 458 µgram/m3. Masuk level berbahaya,” ucapnya.

Dengan buruknya kondisi udara di Sumatera Barat secara merata, sejumlah kabupaten di daerah ini telah mengeluarkan kebijakan meliburkan aktivitas sekolah, seperti di Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan, Solok, Sijunjung, Sawahlunto, dan Agam. Hal itu bertujuan menjauhkan masyarakat dari kemungkinan terjangkit infeksi saluran pernafasan akut akibat polusi kabur asap kebakaran hutan dan lahan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00