• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pembangkit Menggunakan Bambu, Hadir di Mentawai

18 September
18:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Bambu merupakan satu jenis tanaman yang tidak dapat terpisahkan dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Dari dulu, tanaman bambu yang memang tumbuh subur di daerah Mentawai, selalu dimanfatkan masyarakat dalam banyak keperluan, seperti menjadi bahan bakar rumah tangga, kerajinan rumah tangga, dan lain sebagainya.

Kini hal sederhana itu justru menjadi luar biasa. Dengan inovasi tinggi, bambu dapat menjadi bahan bakar menghasilkan energi listrik.

Adalah kerjasama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan PT Perusahaan Listrik Negara, serta masyarakat, menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa atau PLTBm di daerah yang berjuluk Bumi Sikerei ini. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional langsung meresmikan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa tersebut.

Menteri PPN atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, PLTBm dibangun di tiga desa yakni Saliguma, Madobag, dan Matotonan. Dengan total kapasitas listrik yang dihasilkan mencapai 700 kilowatt. Yang dapat mengaliri listrik untuk seribu 233 Kepala Keluarga.

Bambang menambahkan, dengan kehadiran Pembangkit Listrik Biomassa tersebut, tidak hanya memberikan pasokan listrik pada masyarakat, namun juga memberikan penghasilan pada masyarakat. Sebab, bambu sebagai bahan bakar akan dibeli pada masyarakat.

“Yang paling peting tiga desa ini sudah mendapatkan listrik. Karena kehadiran pembangkit listri ini. Keberadaan selain terbarukan, juga menggunakan bambu dimiliki masyarakat. Kalau tidak salah 700 rupiah per kilogramnya,” ungkap Bambang didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Bupati Mentawai, Pimpinan PT PLN. 

Sementara itu, setelah beroperasinya tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa atau PLTBM di tiga desa di Pulau Siberut ini, ternyata dapat meningkatkan rasio elektrifikasi listrik yang dipasok PT PLN (Persero) di Kepulauan Mentawai hingga 5,5 persen.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto, mengatakan, sebelumnya rasio elektrifikasi sebesar 46 persen menjadi 51 persen. “Secara keseluruhan, rasio elektrifikasi total di Kepulauan Mentawai sebesar 66 persen,” ungkapnya.

Bambang merinci, tiga unit PLTBM Siberut masing-masing melistriki Desa Madobag dengan kapasitas 300 kilowat untuk melistriki 579 pelanggan, Desa Matotonan 150 kilowat untuk 266 pelanggan, dan Desa Saliguma sebesar 250 kilowat untuk 388 pelanggan.

Bambang menambahkan, untuk sementara pengoperasian pembangkit memiliki kemampuan melistriki tiga desa tersebut selama 12 jam. Pembangkit akan dikelola oleh perusahaan daerah Mentawai dan listriknya dijual ke PLN, sebelum disalurkan ke masyarakat.

“Kita berharap sinerjitas baik dalam pengelolaan maupun dalam menjaga pembangkit dapat berjalan dengan baik, sehingga pembangkit dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00