• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Tidak Ada Larangan Bagi Difabel ke Masjid Raya Sumbar

22 August
15:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang: Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit memastikan, Masjid Raya Sumbar merupakan tempat ibadah ramah disabilitas. Tidak ada diskriminasi atau larangan terhadap masyarakat berkebutuhan khusus.

Menurut Nasrul Abit, selama ini pengurus masjid secara berangsur-angsur menyediakan fasilitas penunjang bagi disabilitas, meski belum tersedia dengan paripurna. Tercatat ada empat kursi roda yang disediakan bagi jamaah berkebutuhan khusus. Jumlah itu akan terus ditambah melalui anggaran Dinas Sosial dan Biro Bina Mental.

“Dinas Sosial dan Biro Bina Mental akan mengadakan pertemuan dengan pengurus dan tokoh disabilitas untuk membahas berapa dan apa saja sarana yang dibutuhkan saudara-saudara yang berkebutuhan khusus,” ungkap Nasrul Abit usai rapat bersama pengurus Masjid Raya Sumbar, serta pihak terkait, Kamis pagi (22/08/2019).

Kendati demikian, Nasrul Abit menegaskan, masyarakat difabel juga harus mengikuti arahan dari pengurus masjid. Sebab ada tempat-tempat khusus yang disediakan bagi difabel, khususnya bagi pengguna kursi roda.

“Kursi roda disediakan, tapi tidak bisa dibawa ke tempat yang beralas karpet. Sebab pemeliharaan karpet susah. Pengguna kursi roda disediakan tempat di bagian tepi. Sementara bagi tuna netra yang ingin memasuki masjid akan dibantu petugas satuan pengamanan yang telah dilatih,” tuturnya.

Nasrul Abit meminta, kekhususan yang disediakan bagi masyarakat difabel jangan pula dianggap sebagai bentuk diskriminasi. Semua jamaah masjid memiliki hak yang sama untuk mengakses tempat ibadah. Namun seluruhnya harus menaati aturan.

“Kebersihan dan ketentraman harus dijaga bersama-sama. Tidak diperkenankan juga bagi masyarakat tidur-tiduran di masjid,” tegasnya.

Begitupula aktivitas mengabadikan foto atau video di lingkungan masjid raya SUmbar sangat tidak dipernakan, ketika memasuki waktu adzan. Hal itu bertujuan agar suasana nyaman tetap terjaga.

“Kejadian sebelumnya, memang ada yang ditegur petugas karena mengambil gambar kegiatan disabilitas ketika adzan dan kultum sedang berlangsung,” tuturnya.

Permasalahan yang terjadi antara pengurus masjid dan masyarakat difabel yang berkunjung ke masjid, tambah Nasrul Abit, lebih dikarenakan kesalahpahaman.

Tercatat ada dua kali polemik difabel di Masjid Raya Sumbar, yakni pada Januari 2019 lalu. Salah seorang pengguna kursi roda mengaku tidak diperkenankan masuk masjid oleh petugas. Kemudian hal serupa kembali terjadi pada Juli lalu. Terhadap kejadian ini, persatuan disabilitas telah bertemu dengan Wagub Sumbar Nasrul Abit untuk mencari solusi agar permasalahan serupa tidak terulang kembali.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00