• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Menoleh Sisi Gelap Kehidupan Masyarakat di Bumi Sikerei

21 August
15:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Banyak cara yang bisa dilakukan untuk  mendorong  laju pembangunan  suatu daerah, salah satunya melalui  ruang informasi yang menyajikan perkembangan sekaligus kondisi terkini suatu daerah.  Dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat,  Kabupaten Kepulauan Mentawai termasuk salah satu daerah dengan kondisi kehidupan masyarakatnya  yang  cukup memprihatinkan sehingga perlu rangkulan, sentuhan dan perhatian lebih dari berbagai pihak, tanpa  terkecuali pemerintah daerah setempat.

Dalam bincang-bincangnya dengan RRI, Rabu, (21/8/2019) Ketua Persit Korcab Korem 032 Wirabraja,  Ny. Mia Kunto Arief Wibowo  menegaskan,  perlu respon cepat pemerintah dan stakeholder lainnya guna menuntaskan berbagai persoalan yang melilit kehidupan masyarakat di daerah pedalaman tersebut. Keterbatasan sarana prasarana dan fasilitas penunjang kelangsungan hidup masyarakat daerah nyatanya menyebabkan pulau-pulau terluar di  Mentawai   sulit melepas status tertinggalnya, sebagaimana kondisi kehidupan warga di Desa Terekan Hulu, Siberut Utara.

Desa Terekan Hulu, Siberut Utara ini jelas Mia Kunto Arief Wibowo  dihuni  sekitar 80 Kepala Keluarga yang hidup  dalam kondisi serba terbatas. Angka prevalensi stunting  nyatanya sejauh ini  masih mengincar  batita dan balita di  pulau-pulau terluar. Hal itu dipicu rendahnya kesadaran dan lingkup  pengetahuan masyarakat akan pentingnya  penerapan pola asuh, asupan makanan bergizi dan kesehatan lingkungan sekitar.

"Bhakti sosial dan interaksi Persit Korcab Korem 032 Wirabraja langsung dengan masyarakat daerah menyebutkan fakta kurangnya sentuhan dan perhatian rutin terhadap  masyarakat di negeri yang dijuluki Bumi Sikerei itu,'' papar Mia Kunto Arief Wibowo. 

Persoalan lain yang  patut dipikirkan  dan  dicarikan solusinya adalah dilema yang menghantui  dunia pendidikan  dan kesehatan warga di daerah pedalaman Mentawai. Dalam satu kampung terdapat 80 KK yang untuk penanganan  kesehatan hanya mengandalkan kemampuan  satu  orang bidan yang merangkap tenaga medis. Dengan kondisi tersebut, tidak mengherankan jika  penanganan dunia kesehatan masih kurang memadai, dibuktikan banyaknya kasus kematian bayi prematur. Begitu juga  jika menoleh dunia pendidikan, terbatasnya tenaga pendidik  berdampak terhadap kualitas  pendidikan anak bangsa yang mestinya mendapat prioritas dari negara. Dalam realitanya,  satu guru merangkap  untuk semua kelas dengan pembagian materi yang tidak merata. 

Bhakti sosial Persit Korcab Korem 032 Wirabraja   ke  daerah pedalaman, menjangkau  gugus pulau  terluar Mentawai diharapkan dapat membuka mata pemerintah daerah sekaligus wahana bertukar informasi untuk  melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00