• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Silek Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia

20 August
16:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang :  Silek merupakan seni bela diri masyarakat Minangkabau yang sangat kaya dengan filosofinya// Silek tersebut sudah berkembang di Minangkabau sejak dahulu kala. Silek bagi anak Minang merupakan jati diri, yang melekat dalam keseharian mereka, terutama bagi kaum lelakinya. Tetapi bukan tabu bagi kaum perempuan, karena banyak perempuan Minang yang menguasai seni bela diri tersebut.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat mengusulkan seni bela diri silek (silat) yang kaya dengan filosofi sebagai warisan budaya dunia. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementeriam Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk diteruskan kepada UNESCO yang merupakan Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno disela-sela pembukaan Silek Art Festival tadi malam (Senin, 20/08/2019) mengatakan,  pengusulan Silek sebagai warisan budaya dunia,selain dilakukan Indonesia  juga dari Malaysia. Menurut Gubernur, Kepastian di akuinya silek sebagai warisan budaya dunia baru akan diumumkan  di bulan November mendatang.

“ sudah kita usulkan, insya Allah di bulan november atau desember akan diumumkan oleh UNESCO yang tempat di Colombia,”ujar Gubenur.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Drs. Sri Hartini mengatakan, baru baru ini Tambang Batu Baru Ombilin Kota Sawahlunto telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia// Untuk itu diharapkan  Silek juga di akui oleh UNESCO.

“ ini tidak enteng, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahluntu mendapatkan  pengakuan dari UNESCO, mempetahankan cukup berat dan mudah mudahan Silek juga mendapat pengakuan dari UNESCO nantinya,”harap Sri Hartini.

Sri Hartini berharap, doa dan dukungan semua pihak, agar seni tradisional Silek Minangkabau ini juga di akui oleh Dunia sebagai warisan budaya.(AR).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00